Renungan Harian 30 September 2026

PW St. Hieronimus

Ayb 9:1-12.14-16; Mzm 88:10bc-11.12-13.14-15; Luk 9:57-62 BcO Ydt 8:1a.10-14.28-33; 9:1-14.

Ke Mana Mataku Tertuju?

Saudara-saudari terkasih, dalam kisah Injil hari ini Yesus berkata, “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” Kalimat ini mengingatkan kita bahwa hidup membutuhkan arah. Seorang pembajak tidak dapat membuat alur yang lurus jika terus melihat ke belakang. Demikian juga kita. Kita sering ingin maju, tetapi masih sibuk dengan kegagalan, luka, kenyamanan, atau masa lalu. Bukan masa lalu yang harus kita lupakan, tetapi jangan sampai ia menentukan langkah kita.

Ayub dan pemazmur hari ini menunjukkan bahwa mengikuti Tuhan tidak selalu berarti kita mengerti semua yang terjadi. Ayub tidak memahami jalan Tuhan, sementara pemazmur merasa Tuhan begitu jauh. Namun mereka tetap mencari dan berseru kepada-Nya. Inilah iman: tetap percaya ketika kita belum mengerti dan tetap berjalan ketika jalan di depan belum jelas.

Santo Hieronimus yang kita peringati hari ini memberi teladan yang indah. Ia menghabiskan hidupnya untuk mempelajari dan menerjemahkan Kitab Suci karena ia ingin semakin mengenal Kristus. Baginya, Kitab Suci bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk mengarahkan hidup. Ia mengingatkan bahwa mengenal Kitab Suci berarti semakin mengenal Kristus. Karena itu, kekudusan Hieronimus bukan hanya karena ia pandai, tetapi karena ia membiarkan Sabda Tuhan menuntun hidupnya.

Saudara-saudari, mungkin hari ini kita perlu bertanya: ke mana sebenarnya mata dan hati saya tertuju? Jika terus melihat ke belakang, kita akan sulit melangkah. Jika hanya melihat diri sendiri, kita mudah kehilangan arah. Tetapi jika mata kita tertuju kepada Kristus, kita tidak harus mengetahui seluruh jalan. Kita hanya perlu percaya dan terus mengikuti-Nya.semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Tinon Bayu Tingkat V

Leave a Reply

Your email address will not be published.