Perkuat Peran Sosial dan Kebangsaan, WKRI DPD Sumatera Selatan Gelar Konferda XI di Palembang

Foto: Andreas Daris A

PALEMBANG — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Sumatera Selatan / Keuskupan Agung Palembang (KAPal) resmi membuka agenda musyawarah tertinggi tingkat daerah, yakni Konferensi Daerah (Konferda) XI. Forum lima tahunan yang berlangsung pada 25–27 September 2026 di Rumah Retret Giri Nugraha, Palembang, ini dihimpun oleh sekitar 100 utusan dan peninjau dari berbagai Dewan Pengurus Cabang (DPC) serta Ranting di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu.

Mengangkat tema “Wanita Katolik RI DPD Sumatera Selatan Berperan Mewujudkan Kesejahteraan Bersama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia”, helatan ini dibuka secara resmi oleh Presidium I DPP WKRI, Lucy Willar, yang diawali dengan Perayaan Misa Syukur dipimpin oleh Vikaris Jenderal KAPal sekaligus Moderator WKRI KAPal, Romo Yohanes Kristianto.

Foto: Andreas Daris A

Dalam khotbahnya, Romo Yohanes Kristianto mengapresiasi keteguhan pengabdian para anggota serta menekankan pentingnya keterlibatan aktif organisasi di tengah tantangan zaman.

“WKRI bukan sekadar organisasi yang sibuk dengan aturan dan struktur internal, melainkan wadah komitmen untuk mewarisi semangat para pendiri. WKRI hadir bukan hanya sebagai penonton di sekitar altar, tetapi menjadi solusi nyata dan bagian dari pemulihan berbagai persoalan masyarakat,” tegas Romo Kristianto.

Ketua Presidium DPD WKRI Sumatera Selatan, Theresia Yuni Astuti, menyampaikan bahwa tema yang diusung merupakan bentuk kepekaan organisasi terhadap dinamika sosial serta panggilan moral untuk memperjuangankan kesejahteraan bersama (bonum commune).

“Sejak awal berdiri, komitmen WKRI konsisten tertuju pada kelompok masyarakat yang lemah dan terpinggirkan. Melalui Konferda XI, kami menegaskan kembali peran aktif perempuan Katolik untuk hadir membawa keadilan, kesetaraan, serta menjaga kebhinekaan NKRI agar tetap menjadi ruang hidup yang aman dan inklusif bagi seluruh warga bangsa,” ujar Yuni Astuti.

Sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) WKRI Tahun 2023, Konferda XI berfokus pada tiga agenda pokok utama:

  1. Pertanggungjawaban Kinerja: Evaluasi dan pengesahan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) DPD periode berjalan.
  2. Arah Kebijakan Strategis: Penyusunan dan penetapan Rencana Kerja Daerah 5 tahun ke depan yang bersinergi dengan arahan nasional serta tanggap terhadap isu-isu lokal maupun global.
  3. Suksesi Kepemimpinan: Pemilihan dan penetapan tiga anggota Presidium DPD WKRI Sumatera Selatan periode mendatang.

Anggota Presidium I DPP WKRI, Lucy Willar, menggarisbawahi bahwa pelaksanaan Konferda yang tepat waktu menjadi bukti sehatnya roda kaderisasi dan kelangsungan tata kelola organisasi yang transparan.

“Konferda adalah ajang musyawarah yang mengedepankan sikap saling menghormati. Terlaksananya forum ini secara berkala menandakan bahwa mekanisme kepemimpinan dan nilai-nilai pelayanan berbasis kasih tanpa pamrih terus hidup di dalam tubuh organisasi,” ungkap Lucy Willar.

Rangkaian Konferda XI ini dirancang secara bergotong royong antar-cabang dan telah ditopang oleh kegiatan keagamaan berupa Safari Ekaristi sejak akhir tahun 2025. Hasil keputusannya diharapkan dapat melahirkan program kerja yang konkret serta kepengurusan yang solid untuk membawa dampak positif yang makin meluas bagi Gereja, masyarakat Sumatera Selatan, dan bangsa Indonesia.


***Andreas Daris Awalistyo (Kontributor Palembang)

Leave a Reply

Your email address will not be published.