Seminari Tinggi Santo Petrus Pematangsiantar Resmi Buka Rangkaian PTSP 2026

Foto: Dok. STSP

PEMATANGSIANTAR — Seminari Tinggi Santo Petrus (STSP) Pematangsiantar resmi membuka rangkaian agenda tahunan Pesta Tahta Santo Petrus (PTSP) pada Sabtu (3/10/2026). Mengusung tema “Mencintai Kemanusiaan dalam Kasih Persaudaraan”, kegiatan ini hadir sebagai wadah untuk mempererat persaudaraan, kerja sama, dan sportivitas di tengah dinamika kehidupan para frater. Rangkaian kegiatan ini diawali dengan Perayaan Ekaristi di Kapel St. Petrus yang dipimpin oleh Romo Forbelius Ngadiono didampingi sejumlah konselebran, di antaranya Rektor STSP, Romo Laurentius Pratomo.

Dalam homilinya, imam Keuskupan Pangkalpinang ini mengajak seluruh anggota komunitas untuk bersyukur atas bertambahnya usia seminari serta dimulainya kembali tradisi tahunan ini.

“Syukur karena agenda tahunan ini dapat kembali dimulai. Semoga rangkaian kegiatan yang telah dirancang dapat berjalan dengan lancar,” ujar Romo Ngadiono.

Foto: Dok. STSP

Usai perayaan Ekaristi acara dilanjutkan dengan seremoni pembuka di halaman Gedung Serba Guna (GSG) STSP yang dihadiri sejumlah formator, antara lain Romo Laurentius Pratomo dan Romo Kornelius Anjarsi.

Ketua Panitia PTSP, Fr. Neil Limbong, menjelaskan bahwa perayaan ini tidak hanya diisi dengan berbagai perlombaan antarfrater, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter dalam kehidupan bersama.

“Mari kita menjadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk membangun persaudaraan, kerja sama, dan sportivitas dalam komunitas kita,” kata Fr. Neil.

Semangat kebersamaan tersebut dirasakan langsung oleh para frater, salah satunya Fr. Glenio, calon imam Keuskupan Agung Palembang yang berasal dari Paroki Penyelenggaraan Ilahi Lubuk Linggau. Ia mengungkapkan antusiasmenya dalam mengikuti rangkaian perlombaan yang disiapkan panitia.

Foto: Dok. STSP

“Senang rasanya bisa ikut serta dalam kegiatan PTSP. Ini menjadi wadah bagi saya untuk mengekspresikan semangat jiwa muda dan membangun persaudaraan dengan yang lain,” ungkap Fr. Glenio.

Kegiatan yang digelar untuk mengenang berdirinya Seminari Tinggi Santo Petrus ini akan berlangsung secara bertahap mulai Oktober 2026 hingga mencapai puncaknya pada Perayaan Pesta Tahta Santo Petrus Rasul tanggal 22 Februari 2027 mendatang.

Foto: Dok. STSP

Melalui perayaan ini, para calon imam diosesan yang berasal dari enam keuskupan di Regio Sumatera, yaitu Keuskupan Agung Medan, Keuskupan Padang, Keuskupan Sibolga, Keuskupan Agung Palembang, Keuskupan Tanjungkarang, dan Keuskupan Pangkalpinang, diajak untuk menyadari bahwa masa pembinaan di seminari tidak hanya berfokus pada perjalanan menuju imamat, tetapi juga proses belajar menjadi saudara bagi sesama.

***Fr. Aloysius Juanito Raditya (Kontributor Pematangsiantar)

Leave a Reply

Your email address will not be published.