Komdik KAPal Siapkan Tahun Ardas V, Tahun Pendidikan: Cetak Generasi Berkarakter

Foto: Komsos KAPal

BANYUASIN — Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Palembang (Komdik KAPal) menegaskan pentingnya menghadirkan teladan nyata dan pembentukan karakter utuh dalam dunia pendidikan Katolik di tengah maraknya krisis keteladanan serta krisis moral saat ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komdik KAPal, Romo Gading Sianipar, saat memaparkan materi mengenai Tahun Pendidikan sebagai Tahun Ardas V KAPal bertema “Meneladan Kristus, Mewujudkan Harapan”. Kegiatan yang berlangsung di Wismalat Podomoro, Banyuasin, pada Kamis (8/10/2026) sore ini disampaikan dalam rangkaian Rapat Koordinasi dan Workshop Pastoral yang mengusung tema “Menata Pastoral: Berbasis Data dan Berbuah Nyata”.

Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, Vikaris Jenderal KAPal, Romo Yohanes Kristianto, serta 154 peserta rakor pastoral, terdiri dari para imam, calon imam, dan tenaga kesekretariatan paroki hadir dalam sesi ini bersama Tim Komdik lainnya, yaitu Romo Stefanus Supardi, Fr. M. Yosep BHK, dan Yustinawati.

Dalam pemaparannya, Romo Gading menyoroti bahwa tantangan terbesar dunia pendidikan saat ini bukan sekadar ketimpangan pengetahuan atau teknologi, melainkan krisis keteladanan. Banyak nilai kebaikan dan norma hukum yang diajarkan, tetapi sering kali berbenturan dengan kenyataan dan perilaku para pimpinan serta orang dewasa di tengah masyarakat.

“Pendidikan Katolik tidak cukup hanya membenahi kurikulum, mengejar prestasi akademik, atau menguasai teknologi. Pendidikan Katolik dipanggil untuk membentuk pribadi dan komunitas yang sanggup meneladan Kristus serta menjadi pembawa harapan nyata bagi sesama,” ujar Romo Gading.

Lebih lanjut, Romo Gading menjelaskan tiga pilar utama arah pendidikan Katolik yang perlu diwujudkan bersama, yaitu humanis, transformatif, dan berkelanjutan. Menurutnya, pilar humanis itu diwujudkan dengan menempatkan dan menghargai martabat setiap peserta didik sebagai pribadi yang unik dan berharga secitra dengan Allah, serta menolak segala bentuk diskriminasi, kekerasan, dan perundungan di lingkungan sekolah.

Ia juga menekankan pentingnya pilar transformatif, yaitu mengubah pengetahuan menjadi kebijaksanaan dan iman menjadi tindakan nyata. Para pendidik dan lembaga diajak untuk terus membarui budaya pelayanan, tata kelola, dan cara mendampingi kaum muda.

Kepala Pastoral Campus Ministry Unika Musi Charitas Palembang ini menjelaskan tentang pilar berkelanjutan. Menurutnya, di tengah gempuran perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), pendidikan haarus mampu bertahan, berkembang, dan tetap relevan mengikuti perkembangan zaman, tanpa kehilangan identitas serta nilai-nilai Kristiani.

Foto: Komsos KAPal

Guna mewujudkan visi tersebut, Romo Gading dan Tim Komdik KAPal menggagas dua program prioritas yang akan dilaksanakan sepanjang Tahun Ardas V, yaitu Sinode Pendidikan dan program Ayo Sekolah Ayo Kuliah (ASAK). Program ini hendak mengajak seluruh pihak, mulai dari yayasan, guru, dosen, orang tua, paroki, alumni, hingga seluruh umat untuk berjalan bersama (sinodalitas) dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkarakter, peduli, adil, dan bertanggung jawab demi masa depan generasi muda.

***Fransiska Panca Sulistyaningsih

Leave a Reply

Your email address will not be published.