Yes 66,10-14c; Gal 6,14-18; Lk 10,1-12.17-20 (singkat Lk 10,1-9)
“Misi Tujuh Puluh Murid“
Injil hari Minggu Biasa XIV Tahun C ini menceritakan tentang misi tujuh puluh (dua) murid yang ditunjuk dan diutus oleh Yesus. Kisah ini merupakan lanjutan dari kisah seputar perjalanan Yesus menuju Yerusalem. Minggu yang lalu, Yesus mengirim utusan yang mendahului-Nya masuk Samaria, tetapi mereka ditolak. Yesus kemudian memutuskan melanjutkan perjalananNya ke Yerusalem melalui jalan lain (bdk. Lk 9,56).
Setelah peristiwa penolakan di Samaria, sepanjang jalan Yesus mengajar para pengikut-Nya tentang “komitmen yang kuat” sebagai tuntutan mengikuti Yesus. Komitmen diperlukan karena siapa saja yang mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya menuju Yerusalem pasti akan mengalami situasi yang tidak nyaman,
“tidak ada tempat untuk meletakkan kepala” (bdk. Lk 9,58)
termasuk juga penolakan seperti yang baru saja mereka alami. Komitmen itu perlu karena mengikuti Yesus merupakan sebuah pilihan yang sangat urgen, bahkan lebih mendesak daripada “menguburkan anggota keluarga” (bdk. Lk 9,59). Akhirnya, komitmen itu itu begitu penting agar orang tetap focus pada jalan yang dilalui Yesus (bdk. Lk 9,62).
Tujuh puluh murid mempersiapkan jalan bagi Tuhan
“Sesudah semuanya itu, Yesus menunjuk tujuh puluh (dua) orang yang lain dan mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya” (Lk 10,1).
Konteks naratif Injil hari ini memiliki kemiripan dengan kisah Injil Minggu yang lalu. Seperti peristiwa sebelumnya (Lk 9,52), Yesus kembali mengutus orang-orang yang telah ditunjuk untuk mendahului-Nya masuk ke tempat-tempat yang akan dikunjungi Yesus. Ungkapan “mendahului-Nya” memiliki makna “mempersiapkan jalan dan segala sesuatu yang diperlukan” untuk menyambut Yesus.
Penyebutan angka, “tujuh puluh” (atau tujuh puluh dua, menurut beberapa teks otoritatif lainnya), bagi Lukas tampaknya penting untuk menampilkan otoritas kenabian Yesus, sebagaimana otoritas Musa dalam Perjanjian Lama. Dalam Kel 24, misalnya, Musa membawa tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel untuk menghadap Tuhan. Tujuh puluh tua-tua dari orang Israel itu menerima sebagian dari Roh yang ada pada Musa, dan bersama-sama dengan Musa, mereka memikul tanggung jawab atas bangsa Israel (bdk. Bil 14,16-17). Dalam terang kitab Bilangan 14 inilah kiranya penunjukkan dan perutusan “tujuh puluh” murid lain (selain dua belas rasul) ditampilkan oleh penginjil Lukas di sini.
Bersukacita dalam pelayanan
“Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala” (Lk 10,3).
Tujuh puluh murid pergi ke setiap kota dan tempat sebagai representasi seorang nabi “dengan menyembuhkan orang-orang yang sakit dan mewartakan Kerajaan Allah sudah dekat”. Kesulitan, bahaya, dan pengalaman tidak nyaman lainnya sudah pasti akan mereka hadapi. Meskipun demikian, instruksi yang telah Yesus sampaikan selama dalam perjalanan sudah cukup menguatkan mereka.
Entah, apa pun yang terjadi dalam tugas misi, yang jelas, tujuh puluh murid itu kembali kepada Yesus dengan sukacita (Lk 10,17). Mereka mengalami bahwa kuasa “Kerajaan Allah” lebih besar dan mengalahkan segala ketakutan dan kekuatan roh-roh jahat. Dan dalam kuasa nama Yesus-lah, mereka mengalahkan setan-setan dan menahan segala kekuatan yang membahayakan jiwa mereka (Lk 10,17-19).
Pesan singkat
Dengan cara dan situasi yang berbeda, Tuhan Yesus juga telah memberi kuasa dan menunjuk Anda untuk menjadi utusan, “mendahului-Nya masuk ke segala kota dan tempat yang akan dikunjungi-Nya”. Jangan biarkan ketakutan dan bayang-bayang kegelapan merenggut sukacita Anda sebagai pengikut jalan Tuhan. Sebab, dalam “kuasa nama Yesus” kita akan menang.
Quezon City-Philipine 2022 @donjustin
