Renungan Harian Minggu, 7 Juni 2026

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus
Ul. 8:2-3,14b-16a; Mzm. 147:12-13,14-15,19-20; 1Kor. 10:16-17; Yoh. 6:51-58. BcO Rm 5:1-21

Hidup yang Diberkati dan Dibagikan

Saudara-saudari terkasih, di dalam keluaga saya ada sebuah tradisi sederhana yang dibuat untuk menyambut kerabat yang pulang dari rantau, yaitu saling menyuapkan makanan. Orang tua atau simbah akan menyuapkan nasi dan lauk ke kerabat yang baru kembali dan seblanjutnya kerabat pun melakukan hal yang sama kepada orang tua atau simbah. Ketika saya bertanya apa maknanya simbah menjawab. “Ini bukan sekadar makan le.. inilah tanda bahwa kita mau saling menerima susah senangnya hidup masing-masing.”

Waktu itu saya tidak begitu mengerti. Namun setelah mendengar Injil hari ini, saya tersadar, bukankah hal itu juga dilakukan oleh Yesus dalam Sakramen Ekaristi? Ketika Ia tidak sekedar memberikan simbol dan kenangan berupa roti dan anggur, melainkan Diri-Nya sebagai roti hidup yang sungguh-sungguh dikunyah dan ditelan oleh kita. Supaya seluruh rangkaian peristiwa wafat dan kebangkitannya benar-benar kita rasakan dan menjadi milik kita.

Hari ini Gereja semesta merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Kita diajak untuk menghayati jalan keselamatan yang telah dilalui oleh Yesus dan memasukkannya kedalam hati kita lewat Tubuh dan Darah-Nya yang masuk kedalam pencernaan kita. Tubuh dan Darah itulah yang menjadikan iman kita mampu untuk menyentuh lapar dunia, mengecap pahitnya pengabaian, dan mengenyangkan kita dengan Sabda-Nya.

Saudara-saudari terkasih, di tengah dunia yang menawarkan “roti-roti” instan yang tak pernah benar-benar mengenyangkan (popularitas, kuasa, kenyamanan sesaat), Yesus justru memberikan daging-Nya. Sebuah logika cinta yang melampaui nalar: dengan hancur, Ia mempersatukan; dengan dikunyah, Ia menghidupkan. Sebab kita dipanggil bukan hanya untuk menyembah Hosti kudus, melainkan menjadikan diri kita hosti hidup yang dipecahkan dan dibagikan kepada banyak orang dengan penuh kerendahan hati. Resapilah Yesus yang kini telah bercampur dalam tubuh kita dan sadarilah bahwa kita yang menyambut Tubuh dan Darah-Nya inilah tangan-tangan kasih-Nya di dunia. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Natalius AlanTingkat I

Leave a Reply

Your email address will not be published.