Umat Katolik Dunia Bertambah, Demikian Juga Jumlah Imam

Jumlah umat Katolik di seluruh dunia meningkat di setiap benua. Menjelang Hari Minggu Misi Sedunia, kantor berita Fides Vatikan merilis laporan Statistik Gereja 2026 yang mencatat pertambahan jumlah umat Katolik dan imam, sementara jumlah biarawati serta seminaris tingkat tinggi terus menurun.

Umat Katolik Vietnam menghadiri upacara beatifikasi Pastor Fransiskus Xaverius Truong Buu Diep pada 2 Juli 2026 | AFP or licensors

Jumlah umat Katolik di seluruh dunia bertambah 16,69 juta menjadi 1,422 miliar jiwa, menurut dokumen Statistik Gereja Katolik 2026 yang disusun oleh kantor berita Fides Vatikan.

Jumlah imam juga mengalami sedikit peningkatan, sedangkan jumlah biarawati dan seminaris tingkat tinggi terus menurun.

Fides menyusun laporan tersebut dalam rangka perayaan Hari Minggu Misi Sedunia ke-100, yang akan diperingati pada 18 Oktober dengan tema “Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi”.

Data dalam laporan itu bersumber dari buku tahunan statistik Gereja terbaru. Data jumlah penduduk dan umat Katolik mengacu pada 30 Juni 2024, sedangkan data lainnya mengacu pada 31 Desember 2024. Seluruh perubahan dihitung berdasarkan perbandingan dengan tahun 2023.

Pertumbuhan di Semua Benua

Umat Katolik mencakup 17,8 persen dari total populasi dunia yang hampir mencapai 8 miliar jiwa. Jumlah mereka meningkat di setiap benua, dengan pertumbuhan terbesar di Afrika, yang bertambah 7,58 juta jiwa, dan Amerika, yang bertambah 6,99 juta jiwa. Asia mencatat pertambahan 968.000 jiwa, Eropa 911.000 jiwa, dan Oseania 239.000 jiwa.

Amerika tetap menjadi kawasan dengan jumlah umat Katolik terbanyak, yakni 678,87 juta jiwa. Afrika, dengan 288,31 juta umat Katolik, mencatat jumlah yang sedikit lebih besar dibandingkan Eropa yang memiliki 287,24 juta jiwa. Asia memiliki 156,17 juta umat Katolik, sedangkan Oseania tercatat sebanyak 11,56 juta jiwa.

Jumlah Imam Sedikit Meningkat, Seminaris Menurun

“Untuk pertama kalinya dalam lima tahun, jumlah total imam di seluruh dunia mengalami peningkatan,” demikian laporan Fides.

Jumlah imam mencapai 407.421 orang, bertambah 425 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan di Afrika (+1.676), Asia (+1.065), dan Amerika (+199) melampaui penurunan yang terjadi di Eropa (-2.483) dan Oseania (-32).

Jumlah imam diosesan tercatat sebanyak 279.238 orang, meningkat 496 orang. Sementara itu, jumlah imam religius turun 71 orang menjadi 128.183 orang.

Meski demikian, rata-rata jumlah umat Katolik yang dilayani setiap imam meningkat 38 orang menjadi 3.491 orang. Laporan tersebut juga mencatat 5.525 uskup, bertambah 95 orang, serta 52.102 diakon tetap, meningkat 669 orang.

Jumlah biarawati turun 9.292 orang menjadi 580.131 orang. Afrika menjadi satu-satunya benua yang mencatat peningkatan jumlah biarawati, yakni sebanyak 2.190 orang. Sebaliknya, Eropa mengalami penurunan terbesar, dengan berkurangnya 6.473 biarawati.

Jumlah seminaris tingkat tinggi turun 2.891 orang menjadi 103.604 orang. Hanya Afrika yang mencatat pertumbuhan, dengan tambahan 786 seminaris, sedangkan Asia mengalami penurunan terbesar, yakni 2.733 orang. Sementara itu, jumlah seminaris tingkat rendah tercatat sebanyak 94.041 orang, turun 980 orang.

Karya Misi dan Pelayanan Awam

Jumlah misionaris awam meningkat 18.473 orang menjadi 463.079 orang, sedangkan jumlah katekis bertambah 22.370 orang menjadi 2.889.336 orang. Pertambahan terbesar jumlah misionaris awam tercatat di Amerika, sementara jumlah katekis meningkat paling besar di Amerika dan Asia.

Gereja juga mengelola 75.448 taman kanak-kanak, 103.666 sekolah dasar, dan 51.810 sekolah menengah. Jaringan pelayanan kesehatan dan amal Gereja mencakup 101.110 fasilitas, termasuk 5.397 rumah sakit dan 13.646 poliklinik atau pusat pelayanan kesehatan.

Berdasarkan data per benua dalam laporan tersebut, Afrika memiliki jumlah rumah sakit dan pusat pelayanan kesehatan terbanyak.

***Vatican News

Dari Vatican News, 16 Oktober 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published.