Pesta St. Simon dan Yudas, Rasul (M)
Ef. 2:19-22; Mzm. 19:2-3.4-5; Luk. 6:12-19; BcO Kis. 5:12-32
Doa di Bukit, Panggilan di Hati

Saudara-saudari Sahabat yang terkasih, hari ini Gereja mengenang Santo Simon dan Santo Yudas, dua rasul yang secara khusus dipilih dan diutus oleh Yesus. Dalam Injil dikisahkan bahwa sebelum menentukan kedua belas rasul, Yesus naik ke bukit dan berdoa sepanjang malam kepada Bapa. Setelah berdoa, Ia memanggil murid-murid-Nya dan memilih dua belas orang di antara mereka untuk menjadi rasul.
Peristiwa ini mengajarkan kita bahwa setiap panggilan dan tugas perutusan harus dilandasi dengan adanya doa. Yesus sendiri, meski adalah Putra Allah, tetap menyediakan waktu khusus untuk berdoa sebelum memulai karya-Nya. Oleh sebab itu, kita pun tidak boleh mengandalkan kekuatan sendiri dalam menempuh hidup. Kita sangat membutuhkan bimbingan Tuhan dalam menentukan arah, mengambil keputusan, menghadapi pergumulan, dan melayani sesama.
Saudara-saudari, Surat Paulus juga menegaskan bahwa berkat Kristus kita bukan lagi orang asing, melainkan anggota keluarga Allah. Kita semua tergabung dalam satu persekutuan yang dibangun di atas dasar para rasul, dengan Kristus sendiri sebagai batu penjuru. Ini berarti hidup beriman kita tidak berdiri sendiri. Kita dipanggil untuk hidup dalam kebersamaan, saling menopang, saling menguatkan, dan bersama-sama membangun tubuh Gereja melalui kasih.
Santo Simon dan Santo Yudas menjadi contoh bahwa Tuhan dapat memakai siapa saja sebagai alat-Nya. Meskipun kita merasa biasa-biasa saja dan kurang berbakat, Tuhan tidak mencari orang yang sempurna. Melainkan yang Ia cari adalah hati yang terbuka untuk dipanggil dan siap diutus.
Saudara-saudari yang terkasih, mari kita meneladan kedua rasul ini. Sediakanlah waktu untuk berdoa, bukalah hati terhadap panggilan Tuhan, dan jalankanlah tugas kita dengan setia. Di mana pun kita berada, jadilah orang yang mewartakan kasih Kristus, supaya melalui hidup kita semakin banyak orang mengalami kehadiran Allah. Semoga Tuhan sennatiasa memberkati kita semua.
Fr. Yohanes Deo Wijaksana Putra
Tingkat 4
