Ef. 6:10-20; Mzm. 144:1.2.9-10; Luk. 13:31-35; BcO Keb 5:1-23
Masalah Boleh Datang, tetapi Iman Jangan Berhenti
Always show pre-publish checks.

Saudara-saudari Sahabat yang terkasih, Injil hari ini menceritakan tentang beberapa orang Farisi yang kepada Yesus dan berkata, “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.” Kalau kita perhatikan, perkataan itu sebenarnya merupakan sebuah ancaman. Mendengar hal itu Yesus tidak takut. Ia justru berkata bahwa hari ini dan besok Ia tetap mengusir setan dan menyembuhkan orang. Jika kita lihat kondisi kita pada zaman ini, ada banyak hal yang bisa membuat kita takut, lelah, dan akhirnya berhenti dalam kehidupan iman.
Masalah dalam keluarga, masalah ekonomi, masalah pekerjaan, masalah dengan anak, dengan suami atau istri, bahkan masalah dengan sesama anggota lingkungan bisa menjadi tantangan yang membuat kita merasa tidak berdaya. Seringkali karena masalah itu kita menjadi malas berdoa, malas mengikuti kegiatan Gereja, menjauh dari sesama, bahkan mulai berpikir, “Untuk apa saya terus berbuat baik kalau hidup saya sendiri banyak masalah?”
Saudara-saudari, melalui Injil hari ini Yesus mau mengingatkan kita bahwa masalah dan tantangan tidak boleh membuat kita berhenti berjalan bersama Tuhan. Kesulitan memang bisa membuat kita lelah, tetapi jangan sampai kesulitan itu membuat kita meninggalkan iman. Ketika menghadapi ancaman, tetap melakukan apa yang menjadi tugas-Nya.
Santo Paulus juga menegaskan hal itu, ia mengajak umat untuk tetap berdiri teguh. Ketika disakiti kita belajar mengampuni, ketika kecewa kita membawanya dalam doa, ketika merasa lemah, kita meminta kekuatan dari Tuhan. Jangan sampai karena kecewa kepada satu atau dua orang, atau karena masalah pribadi kita, kita membalasnya dengan menjauh dari Tuhan dan dari kehidupan bersama.
Saudara-saudari yang terkasih, seperti Yesus yang tetap menjalankan tugas-Nya meskipun ada ancaman yang menghadang. Demikian kita juga harus seperti-Nya. Jangan biarkan masalah menghentikan iman kita. Jangan biarkan ketakutan menguasai kita. Jangan biarkan kekecewaan membuat kita berhenti melakukan kebaikan. Dari injil ini kita juga disadarkan bahwa masalah itu pasti datang, tantangan boleh menghadang, tetapi jangan sampai semua itu menghentikan kita untuk tetap beriman, berbuat baik, mengasihi, dan melayani. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Carolus Robet Silalahi
Tingkat IV
