Segarkan Semangat Pelayanan, 40 Pendamping BIA-BIR Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari Gelar RAZIA di Lampung

LAMPUNG SELATAN – Sebanyak 40 pendamping Bina Iman Anak (BIA) dan Bina Iman Remaja (BIR) Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari, OKU Timur, mengikuti kegiatan Rekreasi, Ziarah, dan Ceria (RAZIA) di Rumah Khalwat Ngison Nando dan Searuit Beach, Lampung Selatan, Kamis–Jumat (29–30/10/2026). Pastor Paroki Tegalsari, Romo Rafael Sudibyo SCJ juga turut hadir mendampingi dalam rangkaian kegiatan ini.

Foto: Komsos Paroki Para Rasul Kudus

Kegiatan yang mengusung tema FOMO: Faith On, Mission On ini dirancang untuk memperbarui semangat iman, memperdalam panggilan pelayanan, serta mempererat tali persaudaraan antar-pendamping. Hadir sebagai narasumber dalam sesi pembekalan materi adalah formator Postulat-Novisiat SCJ St. Yohanes Gisting, Romo Andreas Sudi Novianto SCJ.

Dalam paparannya, Romo Novianto mengajak para pendamping untuk semakin menyadari pentingnya jiwa pelayanan untuk mendampingi anak-anak. Ia menggarisbawahi bahwa pelayanan anak tidak boleh dianggap sekadar rutinitas atau kewajiban, melainkan sebuah bentuk panggilan hidup yang membutuhkan komitmen dan sukacita.

“FOMO harus kita maknai sebagai Faith On, Mission On, iman yang terus menyala dan misi pelayanan yang terus bergerak. Pelayanan kepada anak-anak bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan panggilan yang membutuhkan iman, ketulusan, dan keterbukaan hati,” ujar Romo Novi.

Foto: Komsos Paroki Para Rasul Kudus

Lebih lanjut, imam dehonian ini juga berharap agar para pendamping mampu menghidupi panggilan pelayanan tersebut dengan penuh sukacita serta menyadari bahwa setiap talenta yang dimiliki merupakan anugerah yang dapat dikembangkan demi pertumbuhan iman anak-anak.

Suasana Akrab

Seusai sesi pembekalan dan permenungan di Rumah Khalwat Ngison Nando, rombongan melanjutkan perjalanan ke Searuit Beach untuk melakukan rekreasi bersama. Suasana keakraban terbangun melalui berbagai permainan dinamika kelompok yang dipandu oleh Romo Dibyo SCJ guna melatih kerja sama serta kekompakan tim.

Tak hanya diisi dengan suasana gembira, kegiatan ini juga menghadirkan sesi Correctio Fraterna. Pada sesi tersebut, para pendamping saling memberikan masukan, evaluasi, dan apresiasi secara terbuka sebagai bentuk koreksi persaudaraan demi pertumbuhan kualitas pelayanan ke depan.

Foto: Komsos Paroki Para Rasul Kudus

“Melalui kegiatan RAZIA ini, diharapkan para pendamping semakin aktif, bersemangat, dan berkomitmen dalam melayani serta mendampingi pertumbuhan iman anak-anak BIA BIR Paroki Tegalsari. Setiap pendamping diajak untuk terus mengisi “wadah” dalam dirinya dengan mengembangkan talenta yang dimiliki, memperkaya diri melalui pengalaman, serta membuka hati untuk menerima masukan dan belajar dari sesama,” ungkap Romo Dibyo.

Lebih lanjut, imam yang pernah berkarya di Rumah Retret La Verna Lampung ini juga berharap agar para pendamping dapat semakin memaknai bahwa pelayanan bukan hanya tentang seberapa banyak yang dapat diberikan, tetapi juga tentang seberapa tulus hati yang dihadirkan dalam setiap tugas perutusan.

“Dengan iman yang terus menyala dan hati yang terbuka, para pendamping diharapkan mampu menjadi pribadi yang membawa sukacita dan menumbuhkan iman anak-anak di tengah Gereja dan masyarakat,” pungkasnya.

***Valent Nugroho (Komsos Paroki Para Rasul Kudus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.