Renungan Harian Senin, 2 November 2026

Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

2Mak.12:43-46; Mzm. 43:1-2, 5-6,7ab.8ab.10; 1Kor. 15:20-24a; Yoh. 6:37-40      

Kerinduan Mendatangkan Keselamatan

Saudara-saudari yang terkasih, ketika berbicara mengenai hari peringatan arwah, umum muncul pertanyaan begini; apakah kita boleh mendoakan arwah? Apakah mendoakan arwah itu ada di dalam Kitab Suci? Bacaan hari ini akan menjawab tentang itu semua. Dikisahkan dalam Kitab Makabe, ketika Yudas Makabe menemukan jimat didalam saku prajuritnya yang mati, ia tidak menyimpan dendam, melainkan ia mengumpulkan 200 Dirham perak dan dipersembahkan sebagai persembahan penghapus dosa bagi mereka yang gugur. Dalam Kitab Suci menegaskan bahwa mendoakan orang mati adalah pemikiran yang mulia dan saleh, hal ini diungkapkan sebagai tujuan untuk menghapus dosa orang yang mati itu.

Dalam Injil Yohanes juga diungkapkan tentang Yesus yang mengatakan bahwa barangsiapa yang datang kepada-Nya tidak akan dibuang dan yang paling penting ialah ia akan dibangkitkan pada akhir zaman. Dalam Surat Paulus pada Jemaat di Korintus, menekankan bahwa Kristus adalah yang pertama bangkit, dari semua manusia yang mati, termasuk juga arwah orang-orang yang kita doakan pada hari ini, dan nantinya akan dibangkitkan-Nya pula. Maka, hari ini diadakan oleh Gereja sebagai pengenangan arwah semua orang beriman.

Saudara-saudari terkasih, saya punya pengalaman tentang peringatan 1000 hari meninggalnya kakek. Di Indonesia ada sejumlah suku dan budaya yang memiliki tradisi mengenang orang yang telah meninggal, mulai dari 7 hari, 40 hari, 100 hari, hingga 1000 hari. Semua dilakukan sebagai doa dan ungkapan kasih bagi yang telah meninggal.

Dari Kitab Makabe hingga tradisi 1000 hari kakek ini, saya semakin sadar bahwa mereka yang telah meninggal tidak bisa mendoakan dirinya sendiri, mereka juga membutuhkan doa kita. Kita memang mengenal bahwa adanya api penyucian, sebagai penghapus dosa setelah kematian, namun bisa dimaknai pula bahwa disanalah adanya ruang tunggu yang penuh kerinduan, antara mereka yang menunggu memasuki keabadian dan kita yang tetap mendoakan mereka. Maka selayaknya kita juga tak lupa pada mereka yang telah mendahului kita, kita hantarkan doa kita bagi mereka kepada Bapa. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Ignatius Agil Satrio

Tingkat 1

Leave a Reply

Your email address will not be published.