“Bakat akan memenangkan sebuah pertempuran, akan tetapi sebuah kerja sama tim dan kecerdasan akan memenangkan kejuaraan,” kata Michael Jordan.
Menjadi orang kaya dan sukses bukan hal yang mudah diraih bagi kebanyakan orang. Kadang lahir dan dibesarkan dari keluarga mapan secara ekonomi pun belum tentu menjamin seseorang mendapatkan kesuksesan.
Kisah salah satu orang terkaya di Indonesia ini mungkin dapat menjadi inspirasi dan dapat dipetik, agar kita memiliki semangat untuk meraih kesuksesan. Adalah Martua Sitorus, seorang pengusaha sukses dan salah seorang terkaya di Indonesia yang kekayaannya mencapai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 28,4 triliun.
Martua bukan berasal dari keluarga yang mapan. Saat kecil, Martua bekerja keras demi bisa menyelesaikan pendidikan hingga bangku kuliah. Segala upaya ia lakukan untuk menambah pendapatan keluarga. Bahkan, ia sampai berjualan udang dan jadi loper koran di Pematang Siantar, Sumatera Utara.
Martua memang seorang yang gigih dan pantang menyerah. Berkat hal tersebut, ia mampu menamatkan kuliahnya di Universitas HKBP Nomensen di Medan. Selesai kuliah, Martua sempat bisnis kecil-kecilan. Dia sempat berdagang di Kota Medan. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Kuok Khoon Hong, pengusaha asal Malaysia. Dia-lah yang menjadi rekan bisnis Martua yang membawanya menjadi pengusaha kelas kakap.
Pertemuannya dengan Kuok Khoon Hong atau William menghasilkan ide bisnis pengolahan kelapa sawit pada tahun 1991. Perusahaan ini pun diberi nama Wilmar Internasional yang diambil dari gabungan nama depan mereka William dan Martua.
Awalnya Wilmar mengelola 7.100 hektar kebun kelapa sawit. Perusahaan ini terus berkembang hingga mampu membangun pabrik sendiri untuk memproduksi minyak kelapa sawit. Bisnis itu pun tetap kokoh meski dihajar krisis.
Berjuang Bersama
Kita menyaksikan begitu banyak orang sukses dalam hidup ini. Mereka seolah-olah hidup begitu mudah dengan gelimang harta. Banyak orang tergiur untuk menjadi orang-orang kaya. Namun ketika ada tantangan yang menghadang, banyak orang kemudian mundur. Mereka tidak mau berjerih payah dalam kerja keras untuk meraih impian menjadi orang kaya. Mereka memilih untuk hidup biasa-biasa saja.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk mau bertarung dalam hidup ini. Caranya dengan membuka hati bagi kemungkinan-kemungkinan yang membantu kita untuk maju dalam hidup ini. Martua Sitorus memulai bisnis dari nol. Namun dia tidak putus asa. Meski ia mesti berjualan koran, ia jalani dengan sepenuh hati. Ia mesti melakukannya demi kelanjutan hidupnya. Hidupnya berubah, ketika dia membuka hati untuk menerima tawaran teman Malaysia-nya.
Kita mesti menyadari bahwa berusaha sendirian sering mengalami jalan buntu. Orang merasa tidak punya dukungan yang memadai untuk usahanya. Karena itu, orang mesti membuka hati untuk menerima tawaran bantuan yang baik dari orang lain. Hasil yang dicapai akan berlimpah ruah, ketika ada keharmonisan dan kejujuran dalam berusaha bersama.
Orang beriman tentu senantiasa membuka hatinya bagi rahmat Tuhan. Orang beriman tidak bisa hidup dan berjuang sendirian di dunia fana ini. Orang beriman membutuhkan bantuan dari rahmat Tuhan itu.
Karena itu, ada gerakan dari Tuhan yang menawarkan rahmatNya bagi kita dan sebaliknya kita menyambut tawaran itu dengan penuh sukacita. Dengan demikian, hidup kita senantiasa dipenuhi dengan sukacita. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
