“Ambillah risiko yang lebih besar dari apa yang dipikirkan orang lain aman. Berilah perhatian lebih dari apa yang orang lain pikir bijak. Bermimpilah lebih dari apa yang orang lain pikir masuk akal,” kata Claude T. Bissell.

Wang Fuman adalah seorang anak yang berasal dari Kota Shaotong, Provinsi Yunan, China. Memasuki awal tahun 2018, suhu kota tersebut mulai dingin dan mencapai minus 9º C. Meski begitu, dia tetap menjalankan aktivitasnya, yaitu pergi ke sekolah.
Karena menempuh jarak sejauh 4,5 Km, ia harus bangun pagi-pagi sekali agar sampai di sekolah tepat waktu. Jarak yang jauh tersebut dilaluinya dengan berjalan kaki selama satu jam. Tidak ada pakaian khusus yang digunakan untuk menghangatkan badannya yang mungil itu, kecuali mantel yang sudah usang.
Setibanya di sekolah, Wang Fuman ditertawakan oleh teman-temannya, karena rambutnya menjadi beku. Sekilas, dia tampak seperti tokoh film kartun lucu untuk anak-anak yang menggemaskan. Fotonya pun menjadi viral di dunia maya. Teman-temannya memanggilnya ‘Snow flake Boy’.
Di balik kisah viralnya tersebut, Wang adalah seorang anak dari keluarga miskin. Hal itu terlihat dari pakaiannya. Dia menuturkan hanya mempunyai tiga buah jaket saja.
Kedua orangtuanya pergi merantau ke kota untuk bekerja sehingga mengharuskannya untuk tinggal bersama nenek dan kakaknya. Kehidupan sehari-harinya pun jauh dari layak. Setiap hari keluarga Wang hanya bisa makan sayuran atau daun-daun yang bisa ditemukan di sekitar rumah mereka.
Kisah tersebut menyentuh banyak hati netizen dan bantuan pun datang untuk keluarga Wang. Tidak hanya itu, hal itu juga menjadi berkat untuk warga lain yang juga mempunyai kondisi yang sama dengannya. Cita-citanya begitu sederhana. Dia ingin terus sekolah, sehingga bisa menjadi polisi dan bisa menangkap penjahat.
Bertahan dalam Tantangan
Orang yang banyak mengalami tantangan hidup biasanya punya berbagai cara untuk dapat keluar dari tantangan itu. Tantangan menguji kesetiaan orang untuk melakukan hal-hal yang berguna bagi pertumbuhan hidupnya. Orang kemudian memiliki tekad yang kuat untuk menemukan cara-cara keluar dari tantangan hidupnya.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk terus menjalani hidup ini meski ada banyak resiko yang mesti kita hadapi. Wang Fuman berani melakukan perjalanan yang jauh di tengah musim dingin demi meraih cita-citanya yang sederhana. Dia tidak peduli terhadap teman-temannya yang memandang rendah dirinya. Yang penting baginya adalah meraih impiannya.
Banyak orang patah arang, ketika harus melakukan sesuatu yang menantang dirinya. Orang memilih sesuatu yang mudah demi meraih cita-citanya. Banyak anak sekolah yang tidak jujur dalam ujian. Mereka menyontek atau ngepek demi memperoleh nilai ujian yang tinggi.
Mereka tidak sadar bahwa ketidakjujuran itu mereka bawa terus dalam hidup mereka. Ketika ada kesempatan untuk korupsi, misalnya, mereka akan lakukan saja karena sudah terbiasa. Hati nurani mereka lama-kelamaan menjadi beku. Mengapa? Karena ketidakjujuran telah mereka pupuk sejak kecil.
Mari kita tumbuhkan kejujuran dalam hidup kita dengan berani menghadapi tantangan hidup. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
