Selalu Memiliki Semangat Sabar

“Sabar itu ilmu tingkat tinggi. Belajarnya setiap hari, latihannya setiap saat, ujiannya sering mendadak, sekolahnya seumur hidup,” kata seorang bijaksana.

Suatu ketika Sidharta Gautama melakukan perjalanan mengunjungi beberapa kota bersama muridnya. Sesaat sebelum memasuki kota pertama, ia beristirahat di bawah sebatang pohon yang rindang. Di sekitar tempat mereka beristirahat itu, ada sebuah danau kecil.

Sidharta Gautama kemudian meminta muridnya mengambil air untuk minum dari danau tersebut. Saat itu di danau sedang banyak warga yang mencuci pakaian sambil bermain di air. Air danau tersebut menjadi keruh. Murid itu lalu kembali ke tempat gurunya lalu berkata, “Air di danau itu sangat keruh dan banyak orang yang mencuci pakaian di sana. Izinkan aku pergi ke tempat lain mencari air.”

Sidharta Gautama lalu menyuruh muridnya untuk bermeditasi bersamanya di bawah pohon itu. Setelah beberapa saat, ia menyuruh muridnya kembali ke danau untuk mengambil air lagi.

Ketika si murid kembali ke danau, sudah tidak ada orang yang mencuci pakaian. Air danau pun sudah jernih karena kotorannya telah mengendap ke dasar danau. Si murid itu pun mengambil air dan mengantarkannya pada gurunya.

Sidharta Gautama lalu berkata, “Air keruh di danau seperti pikiran manusia ketika stres. Sementara, air yang jernih seperti pikiran manusia ketika tenang. Terkadang jalan terbaik untuk menjernihkan pikiran adalah dengan bersabar.”

Belajar Tenang

Kanyak orang tergesa-gesa dalam hidup mereka. Mereka memutuskan sesuatu dalam suasana emosi tinggi. Akibatnya, yang mereka lakukan justru melukai orang-orang yang ada di sekitar mereka. Apalagi dalam dunia zaman sekarang yang sering menuntut kecepatan dan ketepatan sering terjadi banyak kesalahan.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk mau bersabar dalam hidup. Ketika terjadi suatu persoalan, kita mesti hadapi dengan kepala dingin. Sidharta Gautama memberi kesempatan kepada muridnya untuk menenangkan diri. Ia ingin agar muridnya belajar bersabar. Mengapa? Karena pikiran yang jernih diperoleh dari kesabaran.

Kesabaran merupakan suatu anugerah istimewa yang diberikan kepada setiap orang. Namun tidak semua orang menggunakan anugerah ini. Banyak orang tergesa-gesa dalam hidup mereka, karena kurang belajar menjadi sabar. Kesabaran itu memiliki banyak manfaat bagi perjalanan hidup manusia dalam membangun keharmonisan.

Mari kita mengutamakan kesabaran dalam hidup kita. Dengan demikian, hidup kita menjadi kesempatan untuk membahagiakan diri dan orang lain. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.