Setiap proses bertujuan membuat kita menjadi lebih baik, jadi kita perlu belajar menikmatinya.
Ketika masih kecil, seorang gadis sering diajak ibunya ke pasar. Pagi-pagi sekali ibunya bangun lalu juga membangunkan dirinya. Lantas mereka pergi berdua, meski dia masih merasa ngantuk. Gadis itu mengatakan bahwa hal itu menjadikan dirinya terbiasa untuk bangun pagi-pagi.
Hal yang membuat dirinya terkesan adalah di depan tukang buah, biasanya ibu memilih buah yang ditawarkan. Ibunya bertanya, “Pak, ini buahnya matang di pohon?”
Gadis kecil itu tidak mengerti makna buah matang di pohon. Dia baru mengerti ketika dia duduk di bangku kelas empat SD istilah “matang di pohon.”
Dia berkata, “Menurut Ibu, buah yang matang di pohon dan baru dipetik rasanya lebih enak daripada buah yang setengah matang, lalu dipetik dan diperam. Mereka memetik buah yang setengah matang lalu memeramnya, agar cepat matang dengan tujuan mendapatkan keuntungan lebih cepat.”

Instan yang Menggoda
Dalam hidup ini kita mengalami banyak proses yang bertujuan “mematangkan” diri kita. Setiap proses membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Ada yang sebentar, ada yang lama. Namun, tiap-tiap proses itu perlu dijalani sampai tuntas bila kita ingin hidup lebih baik.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk tidak jemu-jemu menjalani proses kehidupan kita. Kita mesti menjalani proses hidup ini seperti buah yang matang di pohon. Tentu gadis itu mengalami proses itu dengan bangun pagi-pagi. Tidak mudah bagi seorang anak kecil dibangunkan pagi-pagi untuk pergi berbelanja di pasar. Butuh suatu perjuangan. Hal itu terus membekas dalam diri gadis itu, sehingga bukan sesuatu yang aneh, kalau kini pun ia bangun pagi-pagi untuk mulai bekerja.
Namun sering orang tidak tahu berapa lama proses pematangan dirinya berlangsung. Akibatnya, banyak orang ingin cepat-cepat dirinya menjadi matang. Orang ingin dirinya segera mengalami kematangan. Berbagai cara instan dilakukan. Hal ini menimbulkan banyak kerugian bagi diri.
Karena itu, yang dibutuhkan adalah orang tetap setia pada proses kehidupan ini. Dengan demikian, orang akan meraih hidup yang matang, bukan hidup yang dijalani melalui proses yang instan. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
