Ketika Paus Fransiskus mengakhiri hari ketiganya di Bahrain, koresponden kami menggali pertemuan hangat yang dialami Paus dengan umat Katolik yang tinggal di negara itu dan orang lain di sekitarnya.
Ada lebih sedikit acara kepausan pada hari Sabtu, tetapi jadwal Paus Fransiskus tidak kalah menarik.
Paus merayakan Misa pagi di Stadion Nasional Bahrain. Misa dimulai pukul 8 pagi, tetapi pada pukul 6 pagi stadion sudah penuh sesak.
Ada 111 kebangsaan yang diwakili, sebagian besar adalah Katolik, meskipun banyak non-Katolik dapat dilihat.
Orang-orang bahkan melakukan perjalanan dari negara-negara sekitarnya, beberapa menyeberangi jembatan terdekat dari Arab Saudi pagi-pagi sekali untuk berada di sana untuk Misa kepausan.
Kehadiran paus menjadi sambutan yang sangat emosional yang diberikan umat beriman di kawasan Teluk kepada Paus Fransiskus, ketika dia tiba di mobil Paus.
Salah satu penyelenggara kunjungan — yang bahkan bukan Katolik — mengatakan bahwa dia tidak dapat menahan air matanya. Bahkan jurnalis berpengalaman pun tergerak oleh pelukan kebapakan Paus dalam Misa.
Ada beberapa jam antara Misa dan acara malam itu, tetapi Paus masih punya waktu untuk bertemu lagi dengan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, yang dia ucapkan terima kasih atas sambutan hangatnya ke negara Teluk itu.

Membentuk Generasi Muda Bahrain
Kemudian, Paus Fransiskus bertemu dengan orang-orang muda yang memadati Sekolah Hati Kudus, di Awali.
Satu-satunya sekolah Katolik Bahrain dihadiri oleh siswa dari semua lapisan masyarakat dan dari berbagai agama, tidak hanya Kristen.
Seorang pria Muslim menceritakan bahwa dia masih mengingat kesan mendalam yang dia tinggalkan di sekolah itu, dan pelajaran yang dia pelajari dari para suster Apostolik Karmel, lima di antaranya saat ini mengelola sekolah tersebut.
Mereka dibantu terutama oleh kaum awam yang sudah menjadi misionaris, karena kebanyakan dari mereka adalah pekerja asing, seperti kebanyakan orang Kristen di sini.
Para suster Karmel Apostolik sebagian besar berasal dari India, tetapi interaksi mereka dengan kaum muda Bahrain mengungkapkan betapa mereka peduli terhadap siswa-siswi mereka.
Mendekati Garis Finish dan Awal yang Baru
Paus Fransiskus mengakhiri Perjalanan Apostoliknya ke Bahrain pada Minggu pagi dengan pertemuan dengan para pelayan lokal Gereja: uskup, imam, pria dan wanita religius, dan umat awam.
Waktunya di Bahrain pasti akan meninggalkan bekas bagi semua orang yang telah melihatnya, dan bahkan mereka yang belum pernah melihatnya. **
Devin Watkins (Vatican News)
