“Bila engkau mau bicara buruk tentang sesamamu, gigitlah lidahmu” – Pope Francis

Dalam hidup akan ada selalu orang yang suka, dan akan selalu ada orang yang nggak suka. Nggak mungkin kita bisa menyenangkan semua orang. Karenanya bahagiakanlah orang yang layak kita senangkan.
Selama kita hidup akan ada komentar, selalu akan datang penilaian, selalu akan hadir nyinyiran. Selalu ada yang bisa kita kendalikan, dan yang tak bisa kendalikan. Kalau kita mendengar cerita jelek tentang diri kita. Ingat baik-baik manusia itu bisa baik di mata orang lain, tapi bisa juga menjadi jahat di mata orang lain pula. Tergantung siapa yang menceritakan.
Pesan Pope Francis tepat, “bite your tongue”. Kendalikan lidahmu, kendalikan tanganmu, sebelum berkata buruk tentang orang lain. Bila perlu gigit lidah sampai bengkak he he he, jangankan bicara buruk tentang orang lain, ngomong aja malas.
Jaman ini orang begitu cepat menilai dan komentar, begitu mudah mengumbar amarah, terlalu gampang menyakiti tanpa pikir orang lain. Buanglah dulu balok di matamu, baru kita membuang sebutir debu di mata saudaramu. Bereskanlah diri kita sendiri, baru kalau perlu berkomentar akan kekurangan atau aib orang lain.
Kenapa Tuhan mencipta satu mulut dua telinga. Agar kita bijaksana menggunakan mulut. Tuhan saja nggak menghakimi, kita yang sering menghakimi. Tuhan aja mudah mengampuni dan memaafkan, kitalah yang sulit tuk memaafkan. You are the special one. Deo gratias. **Edo/Rio SCJ
