“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10)

Ayat ini menjadi motto tahbisan Romo Andreas Suparman SCJ 25 tahun lalu, tepatnya 27 November 1997. Melalui perkataan Tuhan Yesus ini, Romo Parman yang mengaku tidak pandai merangkai kata ini merefleksikan bahwa Allah adalah pribadi yang penuh kasih dan setia.

Hal ini dirasakan dalam setiap peristiwa yang terjadi dalam hidupnya.
“Selalu saya katakan itu dalam peristiwa-peristiwa. Semua itu karena kasih Tuhan dan kesetiaan-Nya,” kata Provinsial Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus Provinsi Indonesia ini.

Karena kasih-Nya, kata Romo Parman, Tuhan yang menciptakan manusia. Ketika imam yang dipanggilnya mampu bertahan dalam imamat, itupun karena kesetiaan Tuhan.
“Maka kalau (ditanya) apa yang membuat saya bahagia? Yang membuat bangga dalam panggilan? Itu kalau melihat Tuhan setia, walaupun saya tidak setia. Dan yang membuat saya sangat sedih, kalau saya tidak setia pada Tuhan, tidak setia pada umat-Nya, pada Gereja,” kata Romo Parman, yang murah senyum ini.
** Kristiana Rinawati
