Paus Fransiskus Merayakan Ulang Tahun ke-86 dengan Menghormati 3 Pemberi Amal

Pada hari ulang tahunnya yang ke-86, Paus Fransiskus mempersembahkan ungkapan terima kasihnya kepada tiga orang yang mempersembahkan hidup mereka untuk yang termiskin dari yang miskin.

Untuk menjaga kepeduliannya yang terus-menerus terhadap orang lain, Paus Fransiskus telah memilih untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-86 pada hari Sabtu (17/12) dengan menghormati tiga orang yang “hidup beramal atas nama yang termiskin dari yang miskin.”

Paus memberikan penghargaan kepada Pater Hanna Jallouf, Gian Piero (dikenal sebagai Wué), dan Silvano Pedrollo sebagai ungkapan rasa terima kasihnya atas upaya amal mereka untuk orang lain.

Menurut siaran pers dari Dicastery for the Service of Charity, gestur tersebut berusaha mengingatkan bahwa “masing-masing dari kita dipanggil” untuk memberikan diri kita dalam pelayanan kepada orang lain.

Pada Sabtu, Paus Fransiskus mengunjungi sebuah asrama di Roma yang dikelola oleh Misionaris Cinta Kasih untuk mempersembahkan “bunga terima kasih” kepada ketiga pria tersebut.

Lebih Lanjut Tentang Tiga Penerima

Pater Jallouf adalah seorang imam Fransiskan yang telah menghabiskan hidupnya melayani orang miskin selama perang saudara yang menghancurkan di Suriah.

Gian Piero adalah seorang tunawisma yang memberikan sebagian dari sedekah yang dia terima setiap hari kepada mereka yang lebih miskin darinya.

Pedrollo adalah seorang pengusaha dari kota Verona, Italia, yang menggunakan sebagian besar keuntungan bisnisnya untuk membantu orang miskin di beberapa negara Afrika dan Amerika Latin, serta di India, untuk membangun sekolah, sumur, dan fasilitas kesehatan.

Paus Fransiskus | Foto: Vatican News

Jendela Cinta Terbuka ke Dunia

Selama acara pada Sabtu, Paus Fransiskus mempersembahkan kepada setiap pemberi amal sebuah bola dunia kecil yang dipasang di dalam sebuah kubus yang berfungsi sebagai tumpuan.

Kubus adalah “simbol cinta yang menopang dunia”, dan sebuah jendela digambarkan di bola dunia yang menunjukkan Bunda Teresa sedang memeluk seorang anak.

Ide untuk jendela tersebut berasal dari pernyataan yang dibuat oleh Paus St. Yohanes Paulus II setelah kematian Ibu Teresa, “Bunda Teresa adalah sebuah jendela yang terbuka dari mana Yesus memandang keluar dan tersenyum dan memberikan kenyamanan dan martabat kepada begitu banyak orang miskin di dalamnya di banyak bagian dunia.”

Menurut Dicastery for the Service of Charity, setiap orang dipanggil untuk menjadi jendela itu, seperti yang ditunjukkan oleh isyarat ulang tahun Paus kepada ketiga pria amal ini. **

Devin Watkins (Vatican News)

Leave a Reply

Your email address will not be published.