Sumber Sukacita
(Sumber: Buku Visitasi kepada Sakramen Mahakudus dan Bunda Maria Yang Terberkati karya St. Alphonsus Maria de Liguori)
“Aku tahu di mana sumber air hidup,
Sumber yang terus memancar siang dan malam,
kasih-Mu itulah pancuran abadi,
tercurah secara rahasia sukacita Ilahi!”

Pengajaran
“Berseru dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel agung di tengah-tengahmu!” (Yes 12:6). Manusia senantiasa mencari kebahagiaan. Di mana kita menemukan sumbernya? Dalam kehadiran Allah. Di mana kehadiran Allah yang membahagiakan? Allah tinggal di antara kita, di bumi ini, di dalam gereja kita, dekat rumah kita.
“Ya Tuhanku yang kudus; Engkau Allah yang sungguh benar, Engkau tinggal dan hidup dalam Sakramen Mahakudus di atas altar!” Itulah tempat yang menjadi sumber kebahagiaan manusia. Kehadiran-Mu telah membuat orang-orang kudus di surga terberkati! Engkau adalah kasih itu sendiri.
“Dalam Sakramen Mahakudus, Ia menunjukkan kasih yang begitu besar, bahkan kasih itu adalah Dia sendiri!” (St. Bernardus). Sakramen Mahakudus bukan hanya sakramen cinta kasih, tetapi kasih itu sendiri; dan itu adalah Allah sendiri seperti kata St. Yohanes: “Allah adalah kasih!” (Yohanes 4:16)
Tanggapan Jiwa
Tuhan, Engkau kecewa terhadap kami, “saya sebagai orang asing, dan kamu tidak memberi Aku tumpangan” (Mat 25:43); Engkau datang ke dunia menjadi tamu yang membawa kebaikan, dan kami tidak menyambutMu. Engkau benar, Tuhan! Engkau sungguh benar.
Aku adalah ciptaan yang tidak tahu berterimakasih; Aku telah membiarkan Engkau sendirian, dan aku tidak mengunjungi-Mu. Hukumlah aku Ya Tuhan, tetapi jangan mengusir aku dari hadirat-Mu. Hukumlah aku dengan cara yang membuat aku bertobat; terutama membersihkan hal yang menjijikan.
Dari sejak sekarang ke depan saya tidak hanya akan mengunjungi-Mu tetapi hendak tinggal bersama-Mu selama aku bisa punya waktu. Oh, penyelamat yang baik hati, berkenanlah membuat aku semakin setia kepada-Mu, dan jadikanlah aku teladan bagi orang lain untuk setia menyembah-Mu dalam Sakramen Mahakudus.
Aku mendengar Bapa yang kekal, yang bersabda, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya-lah Aku berkenan!” (Matius 3:17).
Ya Tuhanku, aku pasti akan menemukan penghiburan besar dalam diri-Mu; dan aku pendosa ini menemukan tempat untuk mencurahkan air mata kesedihan ini. Bakarlah dengan api ilahi-Mu aneka kelekatan dunia yang ada dalam diriku karena mereka dapat merebut aku menjadi tidak setia kepada-Mu dan mengambil aku daripada-Mu.
“Tuhan, jika Engkau mau, Engkau bisa mentahirkan aku” (Matius 8:2). Engkau telah banyak membantuku. Musnahkanlah semua cinta yang tidak membuatku semakin dekat dengan-Mu. Sungguh, aku rindu mempersembahkan diriku kepada-Mu secara total sempurna.
Telah kuputuskan untuk memusatkan kehendak dan ingatanku hanya untuk mencintai Sakramen Mahakudus. Oh, Sakramen Tuhan Yesus, jadilah sumber sukacita dan kekasihku sampai saat kematianku. Datanglah saat saya menerima sakramen perminyakan, viaticum bekal terakhir hidupku dan jadilah pendampingku memasuki kerajaan abadi. Itulah harapanku. Semoga terjadilah demikian itu. Perkenankan aku memandang wajah kemuliaan-Mu, ya Yesusku!
Visitasi Kepada Bunda Maria
Bunda tersuci Maria, dalam dirimu, ya Bunda aku menemukan obat penolong untuk melaksanakan semua janjiku; di dalam dirimu aku yang lemah menemukan kekuatan karena St. Germanus menyebutmu, “kekuatan dalam kelemahan!” Dalam dirimu aku menemukan pintu untuk keluar dari perbudakan setan karena St. Bonaventura menyebutmu, “gerbang kebebasan!”
Dalam dirimu aku menemukan penyembuhan dari luka dan derita kehidupan. Engkau adalah “lentera pejiarahanku,” kata St. Laurensius Justinus. Dalam dirimu aku menemukan rahmat Allah dan Allah itu sendiri, karena St. Bonaventura menyebutmu, “Takta rahmat Allah!” dan St. Proclus memanggilmu, “jembatan di mana Allah turun menjadi manusia!”
Karena setan, aku telah kehilangan kebahagiaan; dan engkau telah menjadi jembatan untuk mengembalikan kebahagiaan itu di mana rahmat Ilahi menguasai jiwaku lagi.
Oh, Bunda Maria, engkau adalah kekuataku; pembebaskau, kedamaian dan keselamatanku! **
Yohanes Haryoto SCJ
