PF St. Marselinus dan Petrus, Martir
2Ptr. 3:12-15a,17-18; Mzm. 90:2,3-4,10,14,16; Mrk. 12:13-17; BcO 2Sam. 2:1-11.
Setia

Saudara-saudari terkasih, sebagai manusia kita adalah anak Allah dan warga masyarakat. Dalam hidup sehari-hari terkadang terjadi ketidakseimbangan antara kewajiban rohani dan kewajiban jasmani, bahkan kita terkadang membuat kotak-kotak antara keduanya. Melalui kisah Injil hari ini, Yesus mengungkapkan bahwa keduanya harus berjalan bersama.
Ketika berkata, “Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah,” Yesus mengajarkan bahwa orang beriman juga memiliki tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Membayar pajak, menaati aturan yang ada, dan menjaga ketertiban umum adalah bagian dari iman yang nyata. Menjadi murid Kristus bukan berarti menjauh dari kehidupan masyarakat, tetapi menghadirkan nilai kasih Tuhan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut Yesus juga mengingatkan kepada kita, bahwa hidup kita tidak boleh dikuasai oleh dunia. Dunia yang dimaksud aialah pekerjaan, uang, jabatan, dan kesibukan yang sering membuat hati kita perlahan menjauh dari Tuhan. Banyak orang sibuk mencari kekayaan, tetapi lupa memberi waktu untuk berdoa, mengikuti Ekaristi, atau peduli kepada sesama. Dunia memang penting, tetapi kita perlu mengingat bahwa pusat hidup kita adalah Tuhan.
Saudara-saudari terkasih, kita dipanggil untuk dapat hidup seimbang. Kita tetap menjalankan kewajiban kita sebagai Masyarakat, tetapi kita juga harus tetap menjalankan kewajiban kita sebagai anak Allah. Sebab iman tanpa perbuatan adalah mati. Yesus mengajak kita untuk hidup di tengah dunia tanpa meninggalkan Tuhan. Iman yang kita miliki, kita aktualisasikan melalui tindakan kita dalam hidup sehari-hari. Ketika hidup duniawi dan hidup rohani berjalan bersama, kita akan menjadi anak Allah yang membawa terang dan damai bagi sesama. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Ritma Agustio
Tingkat I
