Bingung Pilih Pacar Atau Kawan?

Saya seorang gadis berusia 20 tahun. Saya mempunyai seorang teman perempuan yang sebaya dengan saya. Kami berdua menyukai pria yang sama. Ternyata si pria menyukai saya. Teman saya tidak tahu, kalau si pria menyukai saya.

Saya bingung untuk menjalin hubungan dengan pria tersebut. Jika saya menjalin hubungan dengan pria itu, kemungkinan hubungan saya dengan teman saya akan putus. Tetapi bila saya tidak menerima pria itu, kemungkinan saya akan kehilangan dia. Artinya, saya membohongi perasaan saya, karena saya benar-benar sayang padanya.

Saya takut kehilangan dia sekaligus takut kehilangan teman itu. Romo, saya mohon bantuan solusinya terhadap masalah saya.

Maria

Kawan atau pacar | Foto: Tabloid KOMUNIO/ KOMSOS KAPal

Maria yang sedang bingung, masalah jatuh cinta itu tidak gampang untuk dipecahkan. Mengapa? Karena masalah ini melibatkan emosi atau perasaan. Kalau masalah itu sudah bercampur aduk dengan berbagai macam perasaan, maka ‘pikiran normal’ atau ‘nalar yang sehat’ tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Kadang masalahnya sendiri mungkin hanya sederhana dan sepele sekali, tetapi karena sudah ‘main’ perasaan, maka menjadi berbelit-belit dan sulit untuk diselesaikan.

Menanggapi masalah yang Anda hadapi, saya boleh mengatakan Anda sedang bergulat dengan ’cinta segi tiga’. Seringkali kisah cinta seperti ini dialami oleh anak remaja menjelang dewasa. Bahkan kisah seperti ini menjadi bahan cerita film (sinetron) atau cerita pendek yang sangat laris. Berbagai cara ditempuh untuk menyelesaikan masalah ini sesuai dengan selera pembuat kisah.

Kini Anda tidak sedang membaca kisah cinta segi tiga. Anda juga bukan pengarang kisah. Tetapi Anda terlibat dan menjadi pelaku kisah cinta segi tiga. Lalu apa yang perlu Anda lakukan untuk menyelesaikan masalah ini? Sementara Anda merasa tidak ingin kehilangan dua-duanya, mungkinkah?

Kiranya perlu disadari, setiap tindakan itu selalu membawa resiko. Setiap keputusan yang diambil membuat kita mesti memilih dan meninggalkan apa yang tidak dipilih. Sementara Anda tidak mau kehilangan semua ini.

Karena itu, saya menganjurkan Anda untuk lebih menggunakan pertimbangan ‘nalar atau akal budi’ dalam menyelesaikan masalah ini daripada melibatkan perasaan. Gunakan pertimbangan untung dan rugi sebelum dan dalam mengambil keputusan.

Pertama-tama sadari betul dan lihat sejauh dan sedalam apa relasi atau persahabatan Anda dengan teman Anda itu. Sekedar teman bermain atau dia sungguh seorang sahabat? Kalau dia sungguh seorang sahabat, tentu nilai persahabatan itu begitu indah dan mahal.

Saya duga Anda sudah saling mengenal dengan baik. Anda kenal dengan dia lahir batin. Relasi Anda berdua sudah menyentuh tahap relasi antarhati. Kalau tingkat persahabatan Anda dengan teman itu sudah pada taraf seperti ini, saya bisa mengerti betapa beratnya memutuskan hubungan persahabatan itu.

Sebenarnya kedekatan hubungan dengan teman Anda ini justru sangat baik, karena Anda bisa jujur satu sama lain dan bisa saling mencurahkan isi hati. Pernahkah Anda menceritakan perasaan sayang terhadap pria itu kepada sahabat Anda? Kalau belum, saya rasa saling mencurahkan isi hati atau sharing dari hati ke hati menjadi penting.

Janganlah persahabatan sejati menjadi terputus ’hanya’ karena kehadiran orang ketiga yang mungkin Anda belum kenal betul. Membina persahabatan yang sejati itu tidak mudah. Karena itu, jangan menghancurkan persahabatan yang sudah terbina dengan baik.

Mengenai teman pria itu, cobalah jawab dan refleksikan pertanyaan ini secara jujur. Berapa lama Anda sudah saling mengenal? Sungguhkah Anda mengenal pria itu? Apakah Anda yakin bahwa Anda sungguh mencintai dia? Apakah dia juga mencintai Anda? Jawaban pertanyaan-pertanyaan ini menjadi bahan pertimbangan untuk mengetahui sejauh mana hubungan Anda dengan pria itu.

Apakah pria itu pacar dari teman Anda? Kalau ya, kenapa dia berpaling dari padanya dan lebih memperhatinkan Anda? Saya sarankan Anda berhati-hati dengan pria semacam ini. Lebih baik Anda berdua tetap mempertahankan persahabatan dan menghindari dia atau anggaplah dia sebagai teman biasa.

Kalau si pria itu bukan pacar teman Anda itu, kenapa harus bingung? Katakan terus terang dan sejujurnya kepada teman Anda itu bahwa Anda saling mencintai. Jadi hal utama yang perlu Anda lakukan sekarang adalah bicaralah dari hati ke hati dengan teman Anda mengenai kegundahan hati Anda. Saya yakin, dari ‘curhat’ ini Anda akan merasa lega dan jalan keluar akan bisa Anda temukan. “Jodoh tidak akan lari ke mana-mana,” kata orang bijak.

Jangan lupa berdoa mohon keberanian untuk mengatakan isi hati Anda secara jujur. Tuhan senantiasa memberi berkatnya untuk Anda.

Anda dapat melanjutkan refleksi Anda dengan pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

Pertama, seandainya Anda adalah kawan yang hendak Anda ditinggalkan, karena kawan Anda memiliki pacar, bagaimana pandangan Anda terhadap kawan Anda itu?

Kedua, kalau Anda cemburu atau iri hati terhadap kawan Anda itu, mengapa itu terjadi?

Ketiga, bagaimana Anda menghadapi kawan Anda yang ingin meninggalkan Anda itu? **

V. Teja Anthara SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.