Membangun Kepedulian terhadap Sesama

Halaulah gelisah hatimu di malam hari, sebab Tuhan akan memberikan berkat baru untuk esok pagi.

Usai perang, di Korea Selatan ada banyak sekali anak yatim piatu yang terlantar, karena orangtua mereka menjadi korban perang. Para relawan datang untuk merawat, menyediakan makanan dan berbagai kebutuhan mereka. Namun meski telah diberi makan tiga kali sehari, anak-anak ini selalu gelisah. Mereka tidak bisa tidur pada malam hari.

Usut punya usut, ternyata mereka selalu takut apakah mereka bisa makan esok hari. Jadi sebelum anak-anak itu tidur, para relawan menaruh sebuah roti di tangan setiap anak. Roti itu bukan untuk dimakan, tetapi untuk dipegang saja sebelum tidur. Ini mengingatkan mereka, bahwa besok para relawan akan merawat mereka lagi. Sejak itu, mereka baru bisa tidur.

Peduli | Foto: https://thecareruk.com/

Semangat Membantu

Sekarang ini banyak Negara di dunia kekurangan makanan. Mengapa? Karena perang yang masih berkecamuk di Ukraina. Sejak serangan penuh Rusia terhadap Ukraina pada akhir Februari tahun lalu, bahan-bahan makanan tidak bisa diekspor dari kedua Negara ini. Akibatnya, banyak Negara kekurangan pangan.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk senantiasa menyediakan makanan bagi perjalanan hidup kita yang panjang. Anak-anak Korea itu membutuhkan pasokan makanan sebagai tanda perhatian kepada mereka. Orangtua mereka telah menjadi korban perang. Mereka menjadi yatim piatu yang butuh perhatian dari orang-orang yang peduli terhadap mereka.

Ketika ada kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan pertolongan, orang akan bertumbuh secara baik dan benar. Orang bertumbuh secara fisik sebagai manusia normal. Orang tidak kekurangan gizi dalam hidup. Orang mendapatkan uluran tangan bagi kelangsungan hidupnya.

Tentu saja orang beriman tidak hanya memberi makanan fisik kepada sesamanya yang sedang berkekurangan. Manusia juga mengalami kekurangan rohani yang ditampilkan melalui tingkah laku yang kurang baik. Orang beriman diajak untuk juga peduli terhadap sesamanya yang mengalami kekurangan rohani. Mari kita bantu sesama kita yang mengalami kekurangan dengan semangat peduli. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.