Tuhan memberi kita kekayaan untuk kita gunakan bagi perjalanan hidup kita. Karena itu, jaminan kebahagiaan kita ada pada Tuhan. Namanya Dobri Dobrev. Dia seorang veteran Perang Dunia II asal Bulgaria yang berusia lebih dari 100 tahun pada Juli 2014 lalu. Kakek Dobri hidup dengan mengemis, tapi uang hasil minta-minta itu tidak dipakai buat sendiri. Dia sumbangkan uang itu bagi orang lain yang membutuhkan lewat panti asuhan dan lembaga lain.
Berkat kegiatan amalnya melalui mengemis itu, warga Bulgaria menjulukinya sebagai orang suci dari Bailovo. Setiap hari dia berjalan lebih dari 20 Km untuk duduk atau berdiri di depan Katedral Alexander Nevsky di Sofia untuk mengumpulkan uang. Dobrev menyumbangkan semua uang yang dia kumpulkan untuk amal bagi panti asuhan, gereja, dan biara.
Namun Kakek Dobri hidup bahagia dengan kegiatan mengemisnya itu. Tampangnya memang seperti gembel miskin dengan rambut yang awut-awutan. Tetapi hatinya kaya oleh kepedulian terhadap sesamanya yang miskin. Dia tidak merasa diri sebagai orang yang harus dihormati.

Pasrahkan Hidup
Kebahagiaan ditemukan dalam hidup sehari-hari melalui perbuatan baik yang dilakukan bagi sesama. Tentu saja hal ini tidak mudah, karena orang mesti selalu konsisten dalam melakukan kebaikan. Bisa saja orang patah semangat ketika kebaikan yang diberikannya tidak ditanggapi dengan positif.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk berani melakukan kebaikan bagi kebahagiaan banyak orang. Kakek Dobri mengalami sukacita dan bahagia meski menjadi pengemis yang kadang-kadang atau sering tidak digubris. Kebahagiaan itu tampak ketika hasil mengemisnya itu dapat digunakan bagi orang-orang yang membutuhkan.
Banyak orang berjuang menemukan kebahagiaan dengan memiliki materi yang sebanyak-banyaknya. Mereka bekerja mati-matian demi mengumpulkan harta kekayaan bagi hidup mereka. Mereka berpikir bahwa harta kekayaan itu menjadi jaminan masa depan mereka. Namun ternyata kekayaan tidak memberikan jaminan. Yang memberikan jaminan adalah perbuatan baik yang dilakukan dengan berbagi yang dimiliki kepada orang lain.
Orang beriman senantiasa belajar dari Tuhan yang senantiasa memberi hidup bagi setiap ciptaanNya. Tuhan tidak pernah jemu-jemu memberi kebaikan bagi manusia dan makhluk ciptaanNya. Mari kita menaruh jaminan hidup kita pada Tuhan yang senantiasa memberi kita kekayaan untuk kita bagi kepada orang lain. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
