Cintakah Ini?

Salam dalam Kristus,Romo, kali ini saya ingin berbagi masalah saya. Mudah-mudahan romo mau membantu saya. Saya mahasiswi semester tiga. Saat akhir-akhir di SLTA, saya pernah menyatakan perasaan sayang pada seorang sahabat sekelas. Kami telah menjalani bubungan sekitar satu tahun. Lalu dia studi di luar kota. Kami harus pisah. Namun saya bingung, mengapa timbul rasa kehilangan justru bukan pada dirinya, tetapi pada sahabat, teman sepermainan saya. Dia baru akan melanjutkan studi keluar kota.

Perasaan ini terus menghantui saya. Saya tidak ingin dipisahkan darinya. Selama ini kami akrab. Kami sering dijodohkan teman-teman, kami selalu bisa mengelak. Mengapa baru saat ini cinta itu kurasakan? Padahal kami sudah akrab sebelum saya pacaran dulu. Dia tahu mengenai hubungan saya dulu, tetapi dia masih terlalu memperhatikan saya.

Hingga kinipun dia masih sering memberi kabar. Ia menanyakan hubungan saya dengan pacar yang dulu. Romo, saya sangat bingung. Perasaan ini terus mengganggu saya. Bagaimana saya harus menghilangkan perasaan ini? Sering saya memohon bantuan Tuhan melalui doa-doa saya. Apa benar ini yang dinamakan kasih (cinta)? Tetapi kenapa baru saat ini? Mengapa begitu cepat saya dapat melupakan pacar saya? Apa benar kalau pacar hasil dijodohkan orang lain mudah dilupakan?

Romo yang baik, terimakasih atas bantuannya.

Anda yang lagi bingung. Maaf, bila saya menduga Anda seorang gadis. Semoga dugaan saya ini benar. Menurut saya, kesimpulan Anda ‘sedang jatuh cinta’ itu benar. Kenapa Anda jatuh cinta pada teman sepermainanmu dulu, dengan mudah dijawab, “Witing tresna jalaran saka kulina” (awal cinta datang karena sering bertemu).

Sebenarnya peristiwa itu sudah lama terjadi. Kalau Anda peka melihat dan merasakan tanda-tanda cinta, Anda akan tahu perasaan itu sudah terjadi cukup lama. Tanda-tanda itu kini muncul kembali setelah Anda merasa ada suatu kebutuhan yang perlu dipenuhi. Kebutuhan itu adalah kehangatan kasih entah sebagai teman atau sebagai pacar.

Tanda-tanda orang jatuh cinta itu sebenarnya sederhana. Tanda itu bisa dilihat dan dikenal ketika temanmu memberikan perhatian khusus padamu. Mungkin hanya soal-soal yang kecil, seperti gaya rambut, pakaian, menanyakan bagaimana kabarmu, keadaanmu. Lalu dari perhatian khusus itu dia memujimu, mengungkapkan rasa senang terhadap dirimu. “Anda kelihatan anggun dengan pakaian ini”. Atau “Anda kelihatan cantik banget dengan gaya rambut seperti ini.”

Perhatian khusus bisa dalam bentuk negatif, merasa tidak senang bila Anda melakukan sesuatu. Bisa juga dalam bentuk olok-olokan. Tanda yang paling dominan ada dalam perasaan. Bila Anda selalu berpikir tentang dia, timbul rasa kangen yang tidak bisa dikendalikan. Ingin selalu bertemu dan bersama, benci tapi rindu. Inilah proses normal dan alami dalam cinta. Kita tidak bisa mengendalikan atau menolaknya.

Kalau kini Anda bingung, Romo bisa mengerti dan memahami. Cinta punya daya luar biasa, bisa menghidupkan tetapi bisa membunuh. Kalau Anda merasa terganggu, bersyukurlah karena Anda mempunyai tanda-tanda cinta. Inilah misteri cinta. Kita tidak bisa memahami sepenuhnya, namun bisa merasakan dan menikmatinya. Apa yang harus Anda buat? Biarlah cinta itu tumbuh dan bersemi. Jangan dipupus atau dimatikan.

“Kalau Anda pacaran, bukalah lebar-lebar matamu, supaya Anda bisa melihat sekelilingmu dengan jelas dan terang, sehingga Anda tidak salah pilih. Tetapi kalau Anda sudah menikah pakailah kacamata kuda,” kata orang bijak. Kacamata kuda berfungsi untuk membuat kuda terfokus, sehingga dia tidak akan terjerumus. Selama Anda belum terikat oleh pernikahan, Anda orang yang bebas memilih. Gunakan kebebasan untuk mengenal dan memilih dengan leluasa, sehingga Anda tidak salah pilih. Pilihan teman hidup itu hanya terjadi sekali. Kalau sekali ini salah, maka akan menjadi malapetaka keluarga.

Ini bukan berarti Anda mesti mengkhianati pacar Anda yang dulu. Yakinlah dengan perasaanmu. Cinta tidak bisa dipaksa. Justru Anda mesti bertanya diri dan jujur dengan perasaanmu. Apakah Anda sungguh mencintai temanmu yang katanya dijodokan itu? Kalau tidak sungguh mencintai, jangan paksakan perasaanmu. Lebih baik mundur sebelum hancur. Jangan beranggapan, sekali pacaran untuk selamanya, pertama dan terakhir. Kalau semuanya oke, tidak jadi apa. Tetapi jangan merasa bersalah bila harus putus cinta. Main api itu panas. Main cinta itu sakit. Maka janganlah main-main, lebih baik serius dan berhati-hati. Jujurlah dengan diri dan perasaanmu. **

V. Teja Anthara SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.