Berjuang Melepaskan Diri dari Kegagalan

Banyak orang takut gagal dalam hidup. Mereka tidak mau melakukan suatu upaya untuk terlepas dari kegagalan.

Presiden ke-16 Amerika Serikat bernama Abraham Lincoln selalu menjadi bahan pembicaraan hingga kini. Meski lahir dalam kemiskinan di sebuah pondok kayu di Kentucky dan dibesarkan di perbatasan dengan Indiana, dia memiliki keutamaan yang besar dalam memperjuangkan sesamanya.

Dia pernah gagal dalam banyak hal, namun dia tidak pernah putus asa. Salah satu hal yang membuat dia jengkel adalah pembukaan lahan tambahan untuk perbudakan sebagai akibat dari undang-undang Kansas-Nebraska tahun 1854. Padahal bagi dirinya, perbudakan mesti dihapuskan dari bumi Amerika Serikat. Setiap orang mesti memiliki kesamaan hak. Tidak boleh ada yang menjadi budak bagi orang lain. Karena penentangannya terhadap sistem perbudakan, nyawanya melayang di ujung senjata.

Jauh-jauh hari sebelum ditembak, Presiden Amerika Abraham Lincoln menulis dalam buku biografinya soal kegagalan. Dia berkata, ”Jalan hidup saya jelek dan licin, kaki saya sering tergelincir. Tetapi saya bangun kembali, mengatakan pada diri saya sendiri ini hanya tergelincir dan bukan suatu kejatuhan.”

Abraham Lincoln – Foto: https://upload.wikimedia.org/

Selalu Bangun Kembali

Banyak orang takut gagal dalam hidup. Karena itu, mereka enggan untuk memulai suatu usaha yang sulit. Mereka tidak ingin dicibir orang, karena gagal mengembangkan usaha. Akibatnya, mereka hanya terpaku di tempat atau memilih menjadi pekerja di tempat lain. Padahal kalau mereka mau berusaha, tentu saja bisa.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk berani bangkit ketika mengalami kegagalan atau kejatuhan. Abraham Lincoln menyadari bahwa ada banyak tantangan dalam upayanya untuk mengatasi sistem perbudakan di negaranya. Namun tantangan itu menjadi pemacu bagi dirinya untuk bangkit. Dia tidak ingin terpuruk saat jatuh, meski upayanya itu berujung maut bagi dirinya.

Kita hidup dalam dunia yang serba tidak pasti. Hari ini kita menyaksikan dunia yang begitu indah penuh sukacita. Namun besok bisa saja kita menyaksikan dunia yang buruk rupa, karena peperangan. Tetapi hal ini tidak berarti kita mesti terpuruk terus. Kita mesti bangkit untuk meraih suatu kesuksesan.

Orang mengatakan bahwa kegagalan hanyalah suatu sukses yang tertunda. Karena itu, kegagalan merupakan suatu situasi tergelincir karena licin. Kita mesti mengatasi licin, agar tidak tergelincir dan jatuh terpuruk. Dengan demikian, hidup kita menjadi suatu kesempatan untuk membahagiakan diri dan orang lain. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.