Romo Alexander Sapta Dwi Handoko SCJ ditahbiskan sebagai imam di Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus pada 25 November 1993. Sejak itu, banyak karya perutusan yang ia jalani, baik untuk Gereja lokal, Kongregasi SCJ Provinsi Indonesia, maupun dunia. Berikut tanggapan beberapa sahabat yang mengenal beliau.
Mgr. Virginio Bressanelli SCJ: Semoga Dia Beristirahat dengan Tenang

Benediktus, dengan duka cita kami menyertaimu dan seluruh anggota Provinsi Indonesia atas meninggalnya Romo Sapta. Kami akan menghadirkannya dalam doa sore kami, juga dalam misa yang kita rayakan di setiap komunitas, dan bersama dia kami hadir dengan sangat dekat (dalam doa).
Untuk itu kita berdoa untuknya, agar dia beristirahat dengan tenang. Kami juga memohon Berkat bagi provinsi (khususnya SCJ Indonesia) yang yang pasti merasa sangat kehilangan. Kami juga berdoa bagi keluarganya. Semoga Tuhan memberi Anda semua kekuatan dan kedamaian yang Anda semua butuhkan untuk melewati saat yang sulit ini. Dan Tuhan memberkati serta menjaga Anda semua. Terima kasih telah memberitahukan kepada kami.
Thomas Cassidy SCJ (Mantan Provinsial SCJ Amerika): Dia adalah Imam yang Rendah Hati

Saya ingin menyampaikan simpati yang dalam dan tulus atas meninggalnya Pater Alex Sapta. Saya mengingatnya dengan baik dari kunjungan saya ke Indonesia dan juga waktunya di Roma, meskipun saat itu saya sudah kembali ke Amerika.
Ketika saya bertanya kepada para anggota Provinsi Indonesia apa yang mereka cari dari pemimpin provinsi mereka, istilah ‘kerendahan hati’ sering digunakan. Setiap kali saya mendengar kata itu, saya memikirkan Pater Alex. Ada kualitas yang luar biasa dalam dirinya dalam cara dia membawa diri dan apa yang harus dia katakan. Yakinlah dia ada dalam doaku.
P. Carlos Luis Suarez Codorniú, SCJ (Jenderal SCJ): Banyak Kenangan Indah Bersamanya

Sore ini saya pergi untuk memberikan retret kepada para anggota kami dalam formasi. Saya yakinkan Anda bahwa kami akan mengingatnya dalam doa-doa kami. Belasungkawa mendalam saya kepada Provinsi dan keluarga Pater Sapto. Saya menyimpan kenangan indah tentang komitmennya dengan imannya dan Kongregasi kita selama kami hidup bersama.
