Peletakan Batu Pertama Paroki Allah Maha Murah: Persekutuan Itu Penting

Paroki Allah Mahamurah Pasang Surut mengawali Bulan Agustus dengan peletakan batu pertama di lahan yang akan didirikan bangunan gereja baru. Lokasi pembangunan gereja baru dilaksanakan di samping PAUD Dehoniana yang dikelola oleh DPP Paroki Allah Mahamurah.

Ibadat peletakan batu pertama ini dipimpin oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono dan dihadiri oleh Bimas Katolik, donator, dan umat dari 14 stasi. Dalam kesempatan ini, Bapa Uskup memberkati batu dan tanah yang diambil dari 14 stasi di Paroki Allah Mahamurah sebagai simbol persatuan umat Allah.

Bicara mengenai gereja, sejenak kita akan berpikir tentang bangunan megah dengan simbol gereja dan ornamen-ornamennya. Namun Bapa Uskup mengingatkan bahwa gereja tidak hanya berupa bangunan fisik, namun diri kita sendiri. Manusia sebagai umat Allah mesti membangun diri menjadi tempat tinggal Allah, bait suci Allah.

“Kalau kita merasa bahwa diri adalah tempat tinggal Allah, kita akan saling mencintai, guyub, membangun persaudaraan sejati, dan tidak ada yang terasing atau mengasingkan diri. Gereja itu kebersamaan dan persatuan. Gereja itu persekutuan,” tegas Mgr Harun.

Mgr. Yohanes Harun Yuwono | | Foto: KOMSOS KAPal

Setelah ada persatuan dan persaudaraan itu, maka ada batu bangunan yang merupakan simbol kehadiran Allah, pertemuan antara Allah yang hadir di tengah umat dan umat yang memuji Allah. Namun, jika manusia tidak merasa bahwa dirinya adalah bait Allah, yang terjadi hanyalah permusuhan, pertengkaran, kebencian, dan saling menjatuhkan. Jika itu terjadi, masyarakat rusak dan kebersamaan antarumat tidak akan terjadi.

Uskup Harun memberkati campuran semen yang akan digunakan untuk pembangunan Gereja Allah Maha Murah | Foto: KOMSOS KAPal

Maka, Bapa Uskup mengajak umat untuk pertama-tama menyadari bahwa dirinya adalah bait Allah. Setelah ada kesadaran, umat mesti membangun diri sebagai gereja itu. Gereja harus dibangun dari ‘batu-batu hidup’.

“Kalau dasarnya kuat dan kokoh, kita akan seperti membangun rumah di atas batu, tidak akan goyah kena angin apapun dan akan selalu menjadi persekutuan kita yang menghadirkan Allah. Semoga Tuhan memberkati pembangunan gereja yang akan kita mulai dengan peletakan batu pertama ini dan seluruh usaha kita untuk mewujudkannya,” harap Mgr Harun.

Peletakan batu pertama dimulai oleh Mgr Harun, dilanjutkan oleh RD Simon Margono sebagai dekan Dekanat 1, Romo David SCJ sebagai pastor paroki, lalu Pak Hartono sebagai ketua panitia pembangunan, dan Pak Widiyanto sebagai donatur pembangunan gereja. Menurut laporan dari Romo David, anggaran pembangunan gereja Paroki Allah Mahamurah Pasang Surut diperkirakan mencapai 4,5 Milyar rupiah. **

Maria Sylvista

Leave a Reply

Your email address will not be published.