“Hiduplah sepadan dengan panggilan yang sudah melekat pada dirimu!” pesan Romo Antonius Joko SCJ, Minggu (3/4). Sekitar pukul 10.00 WIB, deretan kursi depan Gereja Katolik Paroki Hati Kudus masih dipenuhi puluhan orang. Tujuh di antaranya berpakaian putih. Mereka adalah calon baptis yang sudah siap menerima Sakramen Baptis.

Pastor Paroki Hati Kudus, Romo Joko SCJ, yang menerimakan Sakramen Baptis mengingatkan bahwa seorang yang dibaptis telah dimateraikan oleh Kristus. Maka Sakramen Baptis bersifat kekal. Baptisan sendiri mengandung konsekuensi. Orang yang sudah dibaptis harus sadar, bertanggung jawab, dan hidup dalam Roh.
“Sadar bahwa saya sekarang sungguh ahli waris Kerajaan Allah, tapi tidak juga otomatis, baptis selesai langsung selamat masuk surga, tidak begitu. Upayakan dalam kehidupan yang konkret. Pupuk terus kehidupan rohani dengan baik, baik secara pribadi maupun bersama Gereja,” kata Romo Joko.

Sebuah Deklarasi dan Konsekuensi
Menurut Romo Joko, saat dibaptis, kita mendeklarasikan secara umum, bahwa kita adalah pengikut Yesus. “Semua boleh lihat. Tidak ada yang dibaptis sendirian. Semua dilihat. Ada saksi. Ada Gereja. Saya sekarang adalah pengikut Kristus. Mengakui dengan mulut dan hati. Maka ingat apa yang dikatakan Yesus, ‘kalau engkau berani mengakui Aku di hadapan manusia, maka Aku akan mengakui engkau di hadapan Bapa.’ Ini janji Yesus,” tuturnya.

“Kalau kita percaya kepada Yesus, kita mengikutinya dengan sepenuh hati, maka kita juga dimasukkan dalam keluarga Kerajaan Allah, yang jaminannya adalah kehidupan kekal. Maka konsekuen, satu hal yang penting. Ketika saudara-saudari dibaptis, ini betul-betul dibersihkan dari segala dosa. Saudara-saudari memiliki hidup yang baru, hidup yang lama sudah hilang. Bukan hidup menurut daging lagi, tetapi sekarang hidup dalam Roh,” lanjut Romo Joko.

Hidup dalam Roh artinya kepenuhan Kristus tinggal dalam diri seorang yang dibaptis. Dalam setiap langkah laku hidup, kita turut membawa Yesus.

“Kita sudah ditangkap oleh Kristus dimasukkan dalam keluarga Kerajaan Allah dan kita dihantar pada keselamatan. Maka ini pegang sampai akhir. Tidak mudah menjadi orang Katolik, tapi yakinlah, berkat Allah akan menyertai kehidupan kita semua,” pungkas Romo Joko SCJ. **
Kristiana Rinawati
