Memberi Tempat bagi Yang Lemah

“Kebanyakan orang lebih kuat dari yang mereka tahu. Terkadang mereka hanya lupa untuk meyakininya,” kata Keith Scott. Seorang pemilik toko meletakkan tanda di atas pintunya yang bertuliskan, “Anak Anjing Dijual.” Tanda-tanda seperti ini selalu memiliki cara untuk menarik anak-anak kecil. Seorang anak laki-laki melihat tanda itu dan mendekati pemiliknya. Dia bertanya, ”Berapa harga jual anak-anak anjing itu?”
Pemilik toko menjawab, “Semuanya ada, dari 140 ribu rupiah hingga 500 ribu rupiah.”

Lemah – Foto: s.kaskus.id


Bocah lelaki itu mengeluarkan uang receh dari sakunya. Dia berkata, “Saya punya 100 ribu rupiah. Bisakah saya melihatnya?” Pemilik toko tersenyum dan bersiul. Keluarlah dari kandang, seekor anjing betina, berlari menyusuri lorong toko diikuti oleh lima anaknya yang mungil. Seekor anak anjing tertinggal jauh di belakang. Segera anak laki-laki itu menunjuk anak anjing yang tertinggal dan pincang. Dia berkata, “Apa yang salah dengan anjing kecil itu?”


Pemilik toko menjelaskan bahwa dokter hewan telah memeriksa anak anjing kecil itu dan mendapati bahwa ia tidak memiliki sambungan pinggul. Anjing itu akan selalu pincang dan timpang. Bocah itu menjadi bersemangat.


Anak itu berkata, “Itu adalah anak anjing yang ingin saya beli.” Pemilik toko berkata, “Tidak, kamu tidak ingin membeli anjing kecil itu. Jika kamu benar-benar menginginkannya, aku akan memberikannya kepadamu.”


Bocah kecil itu menjadi sangat kesal. Dia menatap langsung ke mata pemilik toko, menunjuk jarinya, dan berkata, “Aku tidak ingin kau memberikannya kepadaku. Anjing kecil itu juga bernilai seperti semua anjing lain. Saya akan membayar harga penuh. Bahkan, saya akan memberi Anda seratus ribu rupiah sekarang dan sepuluh ribu per bulan sampai saya melunasinya.”


Yang mengejutkan adalah bocah lelaki itu meraih ke bawah dan menggulung kaki celananya untuk memperlihatkan kaki kirinya yang bengkok dan lumpuh. Kakinya itu didukung oleh penyangga logam besar.


Dia menatap pemilik toko dan dengan lembut menjawab, “Yah, aku sendiri tidak berlari dengan baik. Anak anjing kecil itu akan membutuhkan seseorang yang mengerti!”

Pupuk Hati yang mudah Tergerak
Sering orang memandang remeh terhadap sesuatu yang dianggap lemah dan tak berdaya. Orang merasa bahwa hal yang lemah dan tak berdaya itu tidak memberikan manfaat bagi dirinya. Akibatnya, orang ingin menyingkirkan dari hidupnya. Mengapa? Karena dianggap sebagai penganggu.


Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk tetap memberi tempat pada ketidakberdayaan makhluk hidup. Mereka butuh perhatian dari kita. Anak lelaki itu memberikan perhatian pada anjing pincang itu, karena dia sendiri mengalami hal yang sama. Tentu dia merasakan perhatian yang baik dari orangtuanya. Karena itu, dia ingin memberikan perhatian yang sama baiknya terhadap anjing yang pincang. Prinsipnya jelas, yaitu memberikan perhatian kepada yang lemah dan tak berdaya.


Di sekitar kita ada begitu banyak orang yang lemah dan tak berdaya. Mereka membutuhkan uluran tangan dari mereka yang memiliki banyak hal baik. Namun soalnya adalah apakah hati kita tergerak untuk peduli terhadap mereka? Bukankah begitu banyak orang yang lebih mementingkan keselamatan dirinya sendiri?


Karena itu, yang kita butuhkan adalah kita membangun ketergerakkan hati kita bagi kebutuhan orang-orang di sekitar kita. Setelah itu, kita pun menggerakkan tangan-tangan kita untuk membantu mereka yang lemah dan tak berdaya. Dengan demikian, hidup bersama menjadi kesempatan untuk membahagiakan orang lain. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.