Berani Melayani penuh Kasih

Banyak orang mementingkan kata-kata indah dalam menjalin relasi. Namun akan tiba saatnya perbuatan nyata menjadi lebih bermakna dalam hidup bersama.

Seorang gadis merasa heran menyaksikan kedua orangtuanya yang jarang menyatakan kasih sayang mereka melalui kata-kata. Dia bahkan mempertanyakan, mengapa sang ayah tidak sekali pun mengatakan ‘I love you’ kepada ibunya. Dia mengatakan bahwa di zaman sekarang, kata-kata ‘I Love you’ sangat sulit dibendung oleh sejoli yang sedang jatuh cinta.

Suatu hari ia berkata kepada ibunya, “Ibu, kok ibu begitu betah hidup bersama bapak. Pulang kerja, bapak langsung mandi dan makan. Tidak pernah saya mendengar bapak berkata ‘I love you’. Ada apa sih di antara kalian berdua?”

Sang ibu tersenyum mendengar kata-kata putrinya. Lantas dia berkata, “Kami tidak perlu kata-kata seperti itu lagi. Kami sudah tahu sama tahu bahwa kami saling mencintai. Yang penting, kami saling peduli. Kami saling memelihara kehidupan ini.”

Santa Teresa dari Kalkuta Melayani dengan Kasih – Foto: jpicofmindonesia.org

Mewujudkan Cinta

Talk less do more alias berkata sedikit banyak berbuat merupakan hal yang mesti selalu dikembangkan dalam hidup ini. Kata-kata memang memiliki makna yang mendalam sebagai ungkapan isi hati. Namun melakukan sesuatu atau pelayanan yang tulus menjadi hal yang terbaik dalam mewujudkan kata-kata yang bermakna.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk senantiasa mendahulukan perbuatan baik terhadap orang-orang yang kita cintai. Sang ibu memberikan pengertian kepada putrinya bahwa perbuatan lebih berguna dalam membangun cinta yang mendalam. Kata-kata yang indah menjadi penunjang atau cara mengungkapkan cinta, bukan tujuan.

Ketika orang memberikan diri secara utuh melalui perbuatan-perbuatannya, kata-kata yang indah tidak berguna lagi. Cinta itu melebur dalam perbuatan-perbuatan dan pelayanan yang membahagiakan dalam hidup bersama. Percuma selalu mengungkapkan kata-kata indah terhadap orang lain, namun tidak pernah mewujudkannya dalam perbuatan yang nyata. Ini namanya tong kosong nyaring bunyinya.

Karena itu, orang beriman mesti berani mendahulukan perbuatan-perbuatan yang bermanfaat bagi hidup bersama. Cinta yang abstrak diwujudkan dalam pelayanan sehari-hari. Dengan cara ini, cinta berbuah subur dalam membahagiakan orang lain. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.