Imam SCJ Melayani Para Imam Lansia di Amerika Serikat (1)

Setelah lama bekerja sebagai misionaris di Negara Bagian South Dakota, Amerika Serikat, Rm Vincent Suparman SCJ diangkat menjadi direktur rumah jompo di Pinelas Park, Florida, Amerika Serikat. Dia berkenan mengisahkan karya pelayanannya bagi para imam lanjut usia dalam dua tulisan.

Sacred Heart Residence merupakan biara yang kini dihuni oleh lima pastor yang sudah pensiun dengan usia rata-rata 77.2 tahun. Biara dengan kapasitas dua puluh kamar dibangun pada tahun 1980. Walaupun biara ini dibangun untuk para pastor yang pensiun, biara ini juga dirancang untuk keperluan lain, misalnya retret pribadi, liburan, dan studi khusus seperti mempersiapkan thesis. Fasilitas untuk kepentingan semacam ini semua masih terjaga rapi.

Dalam perjalanan waktu karena jumlah SCJ yang berminat tinggal di biara ini menurun, maka banyak ruang dan kamar-kamar direnovasi dan dirancang ulang untuk memudahkan perawatan. Alhasil, kini tersedia 16 kamar tidur, kamar konsultasi, ruang TV bersama, ruang rekreasi, ruang makan, ruang cuci, ruang olahraga, dan dapur. Kecuali itu masih ada kantor, kapel, gudang, dan ruang-ruang untuk menyimpan sarana untu menopang kehidupan biara.

Biara ini dibangun di atas tanah seluas tiga hektar di Kota Pinellas Park yang lokasinya hanya 30 menit naik mobil dari Lapangan Terbang Internasional Tampa. Bangunan biara diposisikan di ujung bagian belakang dari pekarangan. Sedangkan, pekarangan bagian depan berfungsi sebagai taman di mana ada air mancur, pohon-pohon besar, tanaman, pohon palem, dan tanaman perdu sebagai tanaman hias untuk menciptakan keindahan.

Rumput dipotong rapi yang memberi kesan keliru bagi banyak orang yang melintas di jalan kota 82nd Avenue. Mereka mengira taman biara kami sebagai taman yang terbuka bagi masyarakat pada umumnya. Jadi kami sering harus mengusir mereka dari taman. Jika mereka tak mau keluar, maka kami akan melaporkan perilaku seperti itu kepada polisi lokal.

Itulah sekedar informasi tentang kondisi lahiriah dari Biara SCJ di Pinellas Park, Florida. Marilah kini kita menyoroti bentuk pelayanan yang disediakan SCJ Provinsi Amerika untuk memperhatikan para anggotanya yang sudah pensiun tetapi masih bisa menolong diri sendiri atau tidak sepenuhnya tergantung pada pertolongan dari orang lain. Berikut ini beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam melayani para anggota SCJ yang berusia lanjut.

Pertama, Emergency atau gawat darurat. Ketika bell berdering, maka segera menuju ke meja central bell untuk memastikan nomor kamar mana yang meminta pertolongan. Setelah itu saya akan menuju ke kamar yang penghuninya minta pertolongan yang sifatnya bisa pertolongan ringan artinya saya bisa membantunya.

Namun, jika yang bersangkutan didapati telah terkapar di lantai, maka saya tidak diperbolehkan menolongnya. Dalam kasus seperti ini saya harus menelfon ambulance. Dalam waktu kurang dari lima menit ambulance itu akan datang ditemani oleh dua orang polisi dan tiga orang dari Dinas Pemadam Kebakaran. Itu sebabnya, setiap kamar dilengkapi dengan knop panggilan. Dan panggilan emergency itu bisa terjadi kapan saja dalam waktu 24 jam.

Kedua, memantu kelayakan mengemudi. Secara kultural dan mental orang-orang Amerika pada umumnya ingin menyetir sendiri sampai mati. Namun, keinginan semacam itu terbentur oleh kebijakan dari lembaga asuransi. Demikian pula SCJ Amerika yang memakai jasa asuransi juga menuangkan kebijakan itu untuk melindungi jiwa-badan anggotanya dan harta bergerak dalam hal ini kendaraan yang mempunyai nilai ribuan dollar.

Realisasinya, setiap anggota yang berusia 75 tahun ke atas harus menjalani test kemampuan mengemudi secara berkala. Dua tahun lalu seorang dari biara kami gagal. Maka sebagai superior, saya mengantarkannya ke tempat-tempat di mana ia harus mengambil kursus nyetir, mental, dan kejiwaan untuk lansia.

Ketiga, Service Kendaraan. Kendati mereka sudah dikursuskan dan ditest secara berkala, kecelakaan pada kendaraan tak dapat dihindarkan. Beberapa tahun lepas pernah terjadi kecelakaan mobil pada tingkat total lost. Selama tiga tahun terakhir ini yang sering terjadi ialah menabrak median, trotoar, dan menabrak post di lapangan parkir biara.

Menghadapi kasus seperti ini mereka tidak serta merta melaporkan kepada superior. Padahal prinsipnya kecelakaan sekecil apa pun harus dilaporkan disertai dengan foto dan narasi kepada assuransi yang berkedudukan di Chicago, Illinois. Itulah konsekuensi dari kebijakan satu mobil satu kepala. Untuk mencegah situasi lebih buruk terjadi, mereka hanya diperbolehkan menyetir untuk mengisi bensin. Ganti oli, service, dan perbaikan menjadi tanggungjawab seksi kendaraan dan superior.

Keempat, (Power of Attorney/Kuasa Hukum). Masing-masing anggota biara mempunyai satu kuasa hukum dan wakilnya. Selain itu, masing-masing juga harus mempunyai wali dan wakilnya yang membantu anggota biara ketika berada pada kondisi kritis seperti menjelang operasi, sakit keras, menjelang ajal. Dalam file semua nama orang yang diminta oleh anggota yang bersangkutan memiliki tanda resmi. Dalam file kuasa hukum itu termuat riwayat penyakit yang pernah diderita, daftar obat, nama dokter utama, kontak telefon keluarganya, lembar liturgi penguburan, kata-kata terakhir. Salah satu tugas superior ialah mempelajari secara detail dan berkorespondensi dengan pihak keluarga dan kantor provinsialat.

Kelima, menghidupkan spiritualitas komunitas: menjadikan kehidupan rohani komunitas beraktivitas bersama dalam doa pagi, Misa, Adorasi, dan Doa Sore. Sedangkan, doa siang dan completorium dilakukan secara pribadi. Di samping itu komunitas mengadakan retret dua kali dalam setahun, yaitu pada awal masa prapaskah dan pada awal masa advent. Kecuali acara rohani, masih ada pertemuan komunitas secara berkala dan pertemuan dewan rumah (house council) yang beranggotakan tiga orang.

Itulah beberapa aspek pelayanan yang langsung berhubungan dengan para penghuni. Tentu masih ada sekian aspek lain seperti pesta-pesta kongregasi, pesta pendiri, ulang tahun anggota, kemerdekaan Amerika dsb.

Lantas ada aspek-aspek pelayanan yang dikerjakan di kantor, yang meliputi pelayanan internal dan eksternal: Pertama, pelayanan internal: menerbitkan Inter Nos (bulletin komunitas) tiap minggu, membuat laporan keuangan bulanan dan tahunan, mencatat intensi dan mengirimpkan ke development office di Hales Corners.

Kami juga memonitor asset tak bergerak dan asset bergerak, memonitor kondisi kesehatan anggota biara. Kedua, pelayanan eksternal: memonitor tamu-tamu baik SCJ atau non-SCJ yang akan datang berkunjung, melunasi segala tagihan dari perusahan yang bermitra dengan SCJ seperti internet, channel TV, perbaikan alat-alat rumah tangga, perbaikan rumah, kontrol serangga, perawatan jalan masuk dan lingkungan serta melunasi tagihan belanja rumah tangga. **

Leave a Reply

Your email address will not be published.