Mengolah Kecemasan Menjadi Kekuatan Positif

“Kendalikan dan serahkan kecemasan Anda kepada Tuhan sebelum kecemasan itu mengendalikan Anda,” kata seorang bijaksana.

Dalam novel grafisnya yang berjudul The Quitter, Harvey Pekar menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh kecemasan. Dia menuturkan bahwa dia selalu gelisah di sekolah, gagal kuliah, dan berganti-ganti pekerjaan. Hal-hal seperti ini membuat dirinya dilanda kecemasan.

Dia mengatakan bahwa sebenarnya ia sudah sukses dengan komik yang berjudul American Splendor. Komik ini telah diproduksi menjadi sebuah film yang menang di Festival Cannes dan Sundance Film Festival. Film ini mendapat pujian dari dua koran terbesar Amerika, yaitu USA Today dan New York Times, juga mendapat kontrak-kontrak besar.

“Mungkin aku akan selalu cemas … sekali pun buku-buku yang kutulis laku keras. Aku bermimpi bisa hidup tenang tanpa masalah dalam jangka panjang. Tetapi umurku sekarang sudah 65. Jadi, apa itu akan terjadi?” kata Pekar di halaman terakhir.

Cemas – Foto: akcdn.detik.net.id

Tidak perlu Cemas

Kecemasan selalu melanda hidup manusia. Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang mengalami kecemasan. Namun persoalannya adalah bagaimana orang menghadapi kecemasan dirinya. Apakah orang mampu mengolah kecemasannya menjadi berkat atau menjadi sesuatu yang menghancurkan dirinya?

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk mengolah kecemasan kita menjadi sesuatu yang positif. Artinya, kecemasan itu membangkitkan dalam diri kita hal-hal yang memberi semangat untuk berkarya. Harvey Pekar merasa cemas karena banyak hal yang ingin dia lakukan melalui kemampuan menulisnya. Dia telah melakukan hal-hal yang luar biasa. Semangatnya untuk terus berkarya memberi dia kekuatan untuk melanjutkan kehidupannya meski dia merasa cemas.

Tentu saja kita tidak perlu membiarkan diri kita dilingkupi oleh kecemasan yang membawa ke arah negatif. Kita mesti mengubahnya menjadi sesuatu yang berguna bagi diri dan sesama kita. Yang perlu kita lakukan adalah mencari dan menemukan hal-hal yang menyebabkan kita terus-menerus dilanda kecemasan. Setelah menemukannya, kita melakukan strategi-strategi dalam mengatasinya.

Orang beriman senantiasa menyertakan Tuhan dalam mengatasi kecemasan dirinya. Mari kita libatkan Tuhan dalam hidup kita, agar kita mampu mengolah kecemasan menjadi hal-hal yang positif. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.