Tetap Memiliki Optimisme meski Berkekurangan

“Masa lalu kita mungkin menjelaskan mengapa kita menderita, tetapi kita tidak boleh menggunakannya sebagai alasan untuk tetap terikat,” kata Joyce Meyer.

Ketika masih kecil, Ashley Dawn Loggins dibuang oleh orangtuanya yang merupakan pecandu narkoba. Dia dan kakak laki-lakinya kemudian tinggal dengan neneknya dan hidup dengan pas-pasan. Jangankan memakai pakaian yang layak, untuk mandi saja dia harus berjalan jauh ke taman kota demi mendapatkan air gratis.

Penderitaan tersebut semakin bertambah, ketika teman-teman di sekolahnya mengejeknya karena selalu memakai pakaian yang sama saat ke sekolah. Tak jarang dia pulang ke rumah sambil menangis.

Melihat kondisi tersebut, salah satu guru yang bernama Robyn Putnam tergerak hatinya untuk membantu Ashley. Tidak hanya memberikan sejumlah pakaian yang layak, dia juga menyarankan Ashley mengejar pelajaran yang ketinggalan secara online. Ashley juga diberi pekerjaan sebagai petugas kebersihan untuk membantu membiayai kebutuhannya sehari-hari. Sebagai petugas kebersihan, dia harus membersihkan semua ruangan kelas sebelum pelajaran dimulai.

Awalnya, Ashley merasa malu menjalani pekerjaan tersebut, karena teman-teman tidak berhenti mengejeknya. Lama-kelamaan, dia terbiasa dan tidak terlalu mempedulikan hal tersebut. Setelah ditolong oleh sang guru dan mendapatkan pekerjaan, kehidupannya menjadi lebih baik. Ia pun memiliki semangat menempuh pendidikan.

Ashley tergolong murid yang berprestasi, buktinya semua hasil ujiannya mendapatkan nilai A. Dengan nilai memuaskan yang diperolehnya, dia berhasil masuk ke salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia, yaitu Universitas Harvard. Dia mendapatkan beasiswa penuh serta tempat tinggal selama menempuh pendidikannya.

Tidak Selalu Terpuruk

Tidak ada seorang pun yang mampu meramalkan akan jadi apa seseorang kelak. Banyak faktor terjadi dalam perjalanan hidup seseorang. Ketika orang mampu mengatur dirinya sendiri, orang akan memperoleh hasil yang memuaskan. Namun ketika orang salah mengatur diri, orang akan terjerembab dalam jurang kehancuran.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk tidak berhenti di persimpangan jalan, ketika tantangan mengharu biru dalam kehidupan kita. Ashley Dawn Loggins yang dibuang oleh orangtuannya berhasil dalam hidup berkat kerja keras. Dia tidak memikirkan terlalu dalam penilaian orang terhadap dirinya. Ketika dia punya kesempatan, dia manfaatkan dengan baik demi meraih cita-cita hidupnya.

Ada banyak tantangan dan rintangan yang ada di hadapan kita. Hal-hal itu bisa memberi kita kesempatan untuk membangun hidup kita menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Tantangan memberi kita kesempatan untuk mengatur diri kita, sehingga kita mampu meraih hidup yang lebih baik.

Orang beriman menggunakan tantangan dan rintangan untuk memperkuat dirinya dalam upaya menggapai hidup yang lebih baik. Untuk itu, orang mesti berani bekerja bersama Tuhan, agar hidupnya menjadi semakin bermakna. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.