Ada yang sering ga nyaman saat tidur? Atau masih aja overthinking saat tidur? Kalian harus banget baca artikel ini sampai habis!

Well, pernah lihat patung ini? Ini namanya Patung Santo Yosef Tidur. Ini adalah salah satu devosi dalam Gereja Katolik.
Kenapa St. Yosef tidur? Jawabannya adalah dalam ketenangan tidur, Santo Yosef mengenal rencana Allah. Injil sinoptik mencatat empat peristiwa. Pertama, ketika ia ingin meninggalkan Bunda Maria diam-diam, saat dia tahu kalau Bunda Maria hamil (bdk. Matius 1:18-19).
“Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.” (Matius 1:18-19).

Namun, malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dalam mimpi, dan meneguhkannya untuk mengambil Bunda Maria sebagai istrinya, karena anak dari Bunda Maria adalah dari Roh Kudus (bdk. Matius 1:20).
“Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: ‘Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus’.” (Matius 1:20).
Kedua, dalam tidur Santo Yosef, nama bayi Bunda Maria dinyatakan kepadanya, yaitu Yesus. (Bdk. Matius 1:21).
“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1:21).

Ketiga, dalam tidurnya, malaikat Tuhan menyuruh St. Yosef untuk mengambil Keluarga Kudus dan pergi ke Mesir, untuk menyelamatkan mereka dari Herodes (bdk. Matius 2:13-15).
“Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: ‘Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.’ dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: ‘Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku’.” (Matius 2:13-15).

Keempat, Malaikat Tuhan hadir lagi dalam tidur St Yosef untuk pulang ke Israel dan memberitahukan bahwa Herodes telah mati (bdk. Matius 2:19-23).
“Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya: ‘Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati.’ Lalu Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel. Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea. Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.” (Matius 2:19-23).
Sekarang, belajar yuk dari Santo Yosef! Pertama, hening. Karena di dalam hening, Tuhan berbicara kepada kita. Dan hanya dengan jiwa yang hening, kita dapat mendengarkan kehendak Tuhan dalam diri kita.
Kedua, menjadi pelaku firman Tuhan. Seperti Santo Yosef yang dengan penuh iman, yaitu langsung bergegas bangun dan melaksanakan kehendak Allah. Kita juga, setelah mendengar firman Tuhan, harus berani bangun dan melaksanakannya.

Dan, menjawab pertanyaan awal, bagi yang tidak tenang saat tidur, overthinking karena hiruk pikuk masalah yang Anda alami, yuk kita belajar dari Paus Fransiskus. Dia mengatakan begini,
“Saya juga ingin memberi tahu Anda sesuatu yang sangat pribadi. Di meja saya, saya memiliki gambar Santo Joseph sedang tidur. Bahkan ketika dia tertidur, dia menjaga Gereja! Ketika saya memiliki masalah, kesulitan, saya menulis catatan kecil dan saya meletakkannya di bawah Santo Yosef, sehingga dia dapat memimpikannya! Dengan kata lain, saya katakan padanya: berdoalah untuk masalah ini!” (Paus Fransiskus dalam sebuah diskusi tentang Santo Yosef Tidur di Manila 16 Januari 2015.
Santo Yosef, pelindung keluarga kudus, doakan kami anak-anakmu.
**Kristiana Rinawati
