“Bakat adalah sesuatu yang kautumbuhkan. Insting adalah sesuatu yang harus kita latih,” kata seorang bijaksana.

Sejak Taman Kanak-kanak, seorang anak sudah terlibat dalam berbagai perlombaan. Ia memulai dengan lomba mewarnai di mana ia meraih banyak trophy di berbagai kejuaraan. Lantas ia juga mulai mengikuti lomba melukis ketika duduk di bangku Sekolah Dasar. Dia juga merebut berbagai hadiah dan trophy.
Ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama dan Atas, dia mengalihkan perhatian pada band. Di sana dia melatih diri untuk menjadi gitaris dan penyanyi. Dia melakukannya dengan sangat baik. Bersama grup band-nya, dia merebut juara dalam berbagai lomba.
Dia mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan itu tidak menghambat pelajaran-pelajaran di kelas. “Justru kegiatan-kegiatan itu sangat mendukung saya untuk meraih rangking satu di kelas. Yang penting saya bisa membagi waktu,” tuturnya.
Beri Kesempatan
Banyak anak dan anak remaja sering mengalami kegalauan dalam hidup. Mengapa? Karena mereka menghadapi berbagai pembatasan dari orangtua mereka, ketika mereka masuk dalam kreativitas. Orangtua sering memaksakan kehendak kepada mereka. Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak bisa buat apa-apa. Mereka memilih untuk tidak melakukan apa-apa.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk memberi kesempatan kepada generasi muda untuk menumbuhkembangkan bakat-bakat mereka. Anak remaja itu mendapatkan kesempatan dari orangtuanya. Dia tidak mengalami hambatan dalam mengembangkan dirinya. Hasilnya sungguh luar biasa.
Pengembangan bakat-bakat merupakan suatu keniscayaan dalam hidup manusia. Ketika orang mau mengembangkan bakat-bakatnya, orang akan menemukan kekayaan yang begitu banyak dalam dirinya. Hal-hal itu menjadi kesempatan untuk berbagi kehidupan dengan orang-orang yang ada di sekitar kita.
Mari kita tumbuhkembangkan bakat-bakat kita demi hidup yang lebih baik. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
