Mampu Mengelola Hasil Keringat Kita

“Penghasilan kita seperti sepatu: jika terlalu kecil, mereka menjepit kita. Tetapi jika terlalu besar, mereka membuat kita tersandung dalam perjalanan,” kata Charles Caleb Colton.

Suatu hari, seorang gadis mengelus-elus motor kesayangannya. Seminggu sebelumnya ia baru membeli kontan alias lunas motor tersebut. Hal itu membuat dirinya bangga, karena ia dapat membeli motor itu dari hasil keringatnya sendiri. Setiap hari, ia mengelus-elus dan mengelap motornya.

“Ibu, ibu mesti bangga sama anakmu ini. Motor ini saya beli dari hasil keringat saya sendiri. Ibu mesti bersyukur, saya tidak mengganggu keuangan ibu,” kata gadis itu kepada ibunya.

Ibunya tersenyum mendengar kata-kata anaknya. Dia memaklumi kata-kata anaknya. Sudah lama ia mendambakan memiliki sebuah motor sebagai kendaraannya untuk mengantarnya ke tempat kerja.

“Saya bangga padamu. Peliharalah motor itu dengan sebaik-baiknya. Hargailah jerih payahmu. Hargailah hasil keringatmu. Jangan kau sia-siakan usaha-usahamu,” kata sang ibu.

Jerih Payah – Foto: intellectualsinsider.com

Menyadari Anugerah Tuhan

Banyak orang mudah menyia-nyiakan hal-hal yang penting dalam hidup mereka. Mereka merasa mudah mendapatkan sesuatu, sehingga mereka tidak menyesal ketika sesuatu itu hilang dari diri mereka. Akibatnya, banyak orang terlambat sadar akan anugerah demi anugerah yang dicurahkan oleh Tuhan kepada mereka.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk senantiasa memiliki rasa bangga atas hasil jerih payah kita. Gadis itu mengungkapkan rasa sukacitanya kepada sang ibu atas hasil keringatnya sendiri. Ia ingin agar dirinya senantiasa menghargai jerih payah yang telah ia peroleh melalui pekerjaannya. Pesan ibunya memberi kekuatan baginya untuk menghargai hasil keringatnya.

Mengapa banyak orang masih terpuruk dalam kemiskinan? Salah satu jawabannya adalah orang kurang menghargai apa yang dicapainya melalui kerja kerasnya. Orang boros dalam penggunaan hasil kerjanya, sehingga orang tidak dapat mengelola hasil kerjanya. Di zaman sekarang, orang mudah tergoda untuk melepaskan hasil kerja mereka dengan membelanjakan untuk hal-hal yang kurang dibutuhkan.

Orang beriman diajak untuk mampu mengelola hasil keringatnya dengan lebih baik. Tujuannya agar hidup diri dan sesama semakin baik dan sejahtera. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.