Bahasa Asli Alkitab

Alkitab direvisi? Apanya yang direvisi? Jawabannya: yang direvisi adalah terjemahannya. Misal, terjemahan dalam Bahasa Indonesia. Kitab-kitab dalam bahasa aslinya tidak pernah direvisi. Lalu, apa bahasa asli dari Alkitab?

Perkembangan Terjemahan Alkitab Katolik

First point, umat Katolik punya kitab-kitab yang sama dengan umat Yahudi. Di mana itu? Dalam Kitab Suci Perjanjian Lama. Nah, bahasa asli dari kitab-kitab Yahudi adalah Ibrani. Maka dikenal yang namanya Kanon Ibrani.

Tapi, ada umat Israel yang tentu saja beragama Yahudi, hidup di pembuangan Babilonia dan mereka tinggal di sana sudah lama. Bahasa yang dipakai adalah Bahasa Aram. Dalam beribadah, mereka juga pakai Bahasa Aram. So, Kitab Suci yang dari Bahasa Ibrani juga diterjemahkan ke dalam Bahasa Aram. Terjemahan ini dikenal dengan Targum.

Targum: Kitab Suci Terjemahan Bahasa Aram

Di tempat yang berbeda, tepatnya di Mesir, setelah Alexander Agung menaklukkan Timur Tengah sekitar 3 abad SM, bahasa Yunani menjadi bahasa resmi. Di sana tinggal umat Yahudi, beranak pinak. Sayangnya, perkembangan generasi ke generasi semakin sulit memahami Kitab Suci berbahasa Ibrani. So yah, karena kebutuhan, maka diterjemahkanlah kitab-kitab Ibrani ke dalam Bahasa Yunani. Terjemahan ini disebut sebagai Septuaginta.

Septuaginta artinya tujuh puluh. Sejarah lengkapnya bisa kalian baca di Surat Aristeas. Long story short, Septuaginta merujuk pada 70 atau 72 orang cendikiawan Yahudi dari Palestina. Mereka mengerti Bahasa Ibrani dan Yunani dan diminta Raja Yunani, Ptolemaios II Philadelpos, untuk menerjemahkan Kitab-kitab Ibrani ke dalam Bahasa Yunani, yang selanjutnya dimasukkan ke dalam Perpustakaan Alexandria. Karena itu, Septuaginta disebut juga Kanon Alexandria.

Septuaginta

Terjemahan ini dilakukan sekitar tahun 285 sebelum masehi dan dianggap sebagai mukjizat, bahwa Allah juga menghendaki firman-Nya dikenal oleh mereka yang berbahasa Yunani. Fyi, terjemahan Septuaginta merupakan terjemahan interpretatif, sedangkan ada juga terjemahan kitab-kitab Ibrani yang letterlijk atau harfiah ke dalam Bahasa Yunani, yang dilakukan oleh para Rabi Yahudi.

Bagaimana dengan Kitab Suci Gereja Katolik? Kita mulai dari Perjanjian Lama.

Well, Gereja Katolik awal, sudah mengenal terjemahan Kitab Suci ke Bahasa Latin. Sebutannya Vetus Latina atau Alkitab Latin Kuno. Tapi guys, Vetus Latina ini diterjemahkan oleh banyak orang. Masing-masing terjemahan beda kualitas dan gaya bahasa. Kitab-kitab Perjanjian Lama Vetus Latina ini diterjemahkan dari Septuaginta, bukan Bahasa Ibrani. Ingat, Septuaginta merupakan terjemahan interpretasi.

Alkitab Latin Kuno

Lalu, ada seorang sejarahwan sekaligus imam Gereja Katolik, namanya Hieronimus. Dia mempelajari Bahasa Ibrani dan Yunani dan kemudian mengoreksi Vetus Latina ini berdasarkan Bahasa Ibrani, sekaligus membandingkannya dengan Septuaginta. Beberapa kitab di luar Kanon Ibrani, juga diterjemahkan Hieronimus dari Bahasa Aram. Ini untuk Perjanjian Lama.

St. Hieronimus

Untuk Kitab Suci Perjanjian Baru, bahasa aslinya adalah Bahasa Yunani, bahasa yang digunakan para penulis, yang merupakan murid-murid Yesus.

Koreksi terjemahan Hieronimus atas Vetus Latina inilah yang menjadi standarnya Alkitab Latin Gereja Katolik. Ini disebut dengan Vulgata. Selanjutnya Bahasa Latin menjadi patokan terjemahan untuk Alkitab Katolik, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, ke dalam Bahasa-bahasa lain di seluruh dunia. Terjemahan ini digunakan dalam berbagai perayaan liturgi, misalnya dalam Misa Kudus.

Alkitab Vulgata

Begitulah penjelasan tentang Bahasa Asli Alkitab. **

Kristiana Rinawati

Leave a Reply

Your email address will not be published.