COP 27 Melihat Masalah Pembiayaan, Biden Muncul

Pembicaraan di pertemuan COP 27 berfokus pada pendanaan iklim, dengan Presiden AS Joe Biden tampil pada Jumat (11/11).

Keuangan sekali lagi menjadi agenda di Sharm el-Sheikh.

Bank Dunia telah mengumumkan pembuatan Instrumen Fasilitas Pembiayaan Perisai Global untuk membantu negara-negara yang mengalami kerugian ekonomi berat akibat bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Jerman memberikan sekitar US $ 170 juta untuk proyek tersebut, sementara negara-negara lain, termasuk Austria, telah menyediakan total US $ 225 juta.

Sementara itu, presiden AS Joe Biden telah muncul di Sharm el-Sheikh untuk menyoroti upaya AS untuk mengekang emisi yang merusak iklim.

Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi dan mitranya dari AS Joe Biden mengadakan pertemuan di sela-sela KTT COP27, di kota resor Sharm el-Sheikh di Laut Merah, Mesir, pada 11 November 2022 (AFP atau pemberi lisensi)

Salah satu tindakan pertama Biden sbagai presiden adalah menandatangani perintah yang membawa AS kembali ke Kesepakatan Iklim Paris setelah pendahulunya Donald Trump mundur.

Amerika Serikat adalah penghasil emisi gas rumah kaca terbesar kedua di dunia.

Hari itu juga didominasi oleh topik dekarbonisasi dan pengumuman baru tentang Ikrar Metana Global, yang digembar-gemborkan oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa pada KTT Glasgow tahun lalu.

COP27 dibuka pada Minggu (6/11) dengan peringatan dari PBB bahwa planet bumi “mengirim sinyal marabahaya.”

Sebuah laporan baru yang dirilis oleh PBB mengungkapkan bahwa delapan tahun terakhir berada di jalur untuk menjadi rekor terpanas.

Awal pekan ini, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengumumkan aksi iklim untuk memberikan peringatan dini global tentang perubahan iklim dalam lima tahun ke depan.

COP28 akan diselenggarakan di Uni Emirat Arab (UEA) pada tahun 2023. **

Nathan Morley (Vatican News)

Leave a Reply

Your email address will not be published.