Belajar Hidup Jujur

Seorang bijaksana berkata, “Jujur di awal akan terasa lebih baik daripada berbohong di sepanjang jalan.”

Seorang ibu begitu gencar mendidik anak-anaknya untuk selalu disiplin dalam berbagai hal. Misalnya, ketika anak-anaknya menerima uang saku, dia selalu meminta mereka untuk membuat laporan tentang penggunaannya. Anak-anaknya pun melakukannya dengan penuh semangat. Tidak ada beban yang mereka alami.

Tentang hal ini, salah seorang anaknya berkata, “Ibu melakukan hal-hal ini demi masa depan kami. Ibu tahu bahwa kejujuran akan membawa kami kepada kebahagiaan. Mungkin orang yang jujur itu banyak dihindari. Namun inilah yang mesti dihidupi. Ibu tidak ingin melihat kami masuk penjara, karena korupsi.”

Benar saja, hingga masa tuanya, ibu itu menyaksikan anak-anaknya bahagia berkat kejujuran yang telah diajarkan kepada mereka.

Tidak Ada Jalan Pintas

Tidak mudah menjadi orang yang jujur di masa kini. Banyak orang mengambil jalan pintas untuk menumpuk kekayaan. Korupsi menjadi salah satu jalan pintas itu. Kekayaan yang diraih melalui jalan pintas itu tampaknya menyenangkan. Namun tindakan korupsi itu membuat orang hidup di atas bara api. Orang selalu merasa cemas akan ditangkap oleh pihak berwajib.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk mendidik diri sejak kecil untuk hidup dalam kejujuran. Ibu itu dengan tekun mengajar anak-anaknya untuk hidup jujur, karena hidup jujur itu membahagiakan. Tidak ada tipu muslihat dalam diri orang yang hidup jujur. Justru kejujuran itu membantu orang untuk menjalani hidup ini dengan baik dan benar.

Kita hidup dalam dunia yang sering dipenuhi oleh ketidakjujuran. Demi mendapatkan uang sebanyak-banyaknya orang membuat mark up terhadap suatu proyek. Akibatnya, proyek itu dibuat dengan dana yang kecil. Kualitas yang diperoleh pun menjadi sangat kecil. Tidak usah heran, jalan atau jembatan yang baru dibangun begitu cepat rusak.

Karena itu, yang dibutuhkan adalah mendidik diri untuk menjadi orang yang jujur. Pendidikan kejujuran mesti dilakukan sejak dini, ketika orang masih berada dalam asuhan orangtua. Dengan demikian, orang mampu menginternalisasi nilai-nilai kejujuran itu dalam hidup mereka. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.