Mau Belajar Hidup dalam Kepahitan

“Jagalah supaya jangan ada seorang pun kehilangan anugerah Tuhan, agar jangan tumbuh akar pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang”

(Ibrani 12:15)

Suatu hari seorang pemuda memakan daun pepaya yang pahit. Siang itu, ibunya memasak daun pepaya untuk sayur. Dia merasakan daun papaya yang pahit. Dia ingin protes, tetapi tidak berani. Karena itu, setelah makan dia langsung ngeluyur pergi. Dia tidak mau menjumpai ibunya.

Lantas dia mengirim pesan kepda ibunya, “Ibu, kenapa masak daun pepaya yang pahit sekali siang ini?”

Sambil tersenyum membaca pesan putranya, dia menjawab, “Ibu ingin kamu belajar merasakan yang pahit. Hidup kamu terlalu enak selama ini. Apa saja yang kamu butuhkan selalu tersedia. Kamu tidak pernah merasakan pahitnya hidup seperti anak-anak lain.”

Pepaya – Foto: https://d2jx2rerrg6sh3.cloudfront.net/

Bangun Solidaritas

Hidup manusia tidak selalu di atas alias bahagia terus-menerus. Adakalanya orang terpuruk dan jatuh ke jurang yang dalam. Ketika orang tidak siap untuk jatuh, orang bisa saja mengalami stress dalam hidup. Karena itu, orang mesti menyiapkan diri untuk mengalami kepahitan hidup ketika jatuh.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk melatih diri ketika kondisi hidup kurang menyenangkan. Ibu itu memberi pelajaran yang sangat bermakna bagi putranya untuk berani menghadapi kepahitan hidup. Dia selalu hidup dalam suasana serba ada. Dia tidak pernah berkekurangan. Karena itu, sang ibu ingin dia juga merasakan sesuatu yang tidak manis dalam hidupnya.

Orang beriman senantiasa yakin bahwa dalam suka dan duka Tuhan selalu hadir menuntun hidup. Ketika mengalami sukacita dalam hidup, orang beriman tidak melupakan Tuhan. Bahkan semestinya orang beriman senantiasa mensyukuri kebaikan Tuhan. Ketika mengalami duka dalam hidup, orang beriman tidak memberontak. Orang justru menyerahkan seluruh hidup kepada penyelenggaraan Tuhan.

Mari kita senantiasa menyerahkan seluruh suka dan duka hidup kita kepada Tuhan. Dengan demikian, hidup ini menjadi kesempatan untuk menyuskuri kebaikan Tuhan. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.