Senantiasa Mengingat Kebaikan Tuhan

“Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu.”

(Ulangan 4:9)

Seorang ibu sering diomeli oleh suami, anak-anak dan teman-temannya karena sering lupa. Barang-barang miliknya sering dia lupa di mana dia letakkan. Namun dalam hal-hal urusan rumah tangga, dia selalu mengerjakan dengan baik. Tidak ada yang kecewa karena urusan rumah tangga yang tidak beres. Semuanya beres.

Suatu ketika iparnya meminta tolong untuk menjemput anaknya saat pulang sekolah. Iparnya sedang berada di luar kota. Dengan mudah, ibu itu menyanggupinya. Masalah terjadi ketika sudah sore, dia baru menyadari kalau dia lupa. Keponakannya sudah menunggu dirinya lebih dari satu jam di sekolah. Dia pun bergegas ke sekolah untuk menjemput keponakaannya.

Sejak saat itu, ibu itu selalu menuliskan catatan di handphonenya dan agenda hariannya supaya kejadian serupa tidak terulang. Dia pun menjadi orang yang tidak lupa. Dia berusaha untuk mengingat apa-apa saja yang dia letakkan dan agenda yang mesti dia kerjakan.

Ilustrasi Mengomel | Foto: https://tiredmomsupermom.com/

Prioritas Hidup

Sering orang mengatakan bahwa lupa merupakan sesuatu yang manusiawi. Namun pertanyaannya, mengapa orang mudah lupa? Tentu saja ada banyak jawaban. Namun satu hal yang pasti adalah sesuatu atau seseorang yang dilupakan itu bukan menjadi prioritas dalam hidup.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk membuat prioritas dalam hidup. Ibu itu mampu mengatasi kelupaannya dengan membuat catatan dan agenda hidupnya. Tentu saja yang dia catat dalam agenda hidupnya adalah hal-hal yang menjadi prioritas hidupnya. Dia tidak perlu melupakan hal-hal yang utama dalam hidupnya.

Kita hidup dalam dunia yang bising oleh berbagai kegiatan diri dan orang lain. Banyak hal mesti kita lakukan demi hidup yang lebih baik. Dalam kondisi seperti itu, bisa saja ada hal-hal yang kita lupakan. Bahkan hal-hal besar yang sering membantu kita dalam menjalani hidup ini.

Lebih parah lagi adalah banyak orang melupakan kebaikan Tuhan. Mereka merasa bahwa hidup mereka sudah baik dan bahagia, karena itu mereka lupa akan kebaikan Tuhan. Bahkan ada orang-orang yang menolak untuk mengakui kedigdayaan Tuhan. Mereka merasa bahwa pencapaian yang mereka peroleh berkat usaha mereka sendiri.

Mari kita selalu mengingat kasih dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Dengan demikian, hidup kita senantiasa damai dan bahagia. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.