Seorang bijaksana memberi nasihat begini, “Kiranya hati dan tindakan kita berjalan dengan selaras.”
Seorang gadis menuturkan bahwa ketika masih kecil, dia sangat suka menonton film Robin Hood. Meski film itu menampilkan kisah pencuri baik hati, dia merasa itulah yang mesti dilakukan oleh manusia terhadap sesamanya yang miskin. Robin Hood mencuri dari orang kaya untuk diberikan kepada orang miskin.
Baginya, tindakan Robin Hood itu merupakan suatu tindakan heroisme bagi yang membutuhkan. Dia tidak berpikir bahwa kekayaan yang dicuri itu berasal dari kerja keras orang-orang kaya.
Gadis itu berkata, “Setelah saya dewasa baru saya sadar bahwa tindakan Robin Hood itu tetap tidak baik. Saya sempat berpikir bahwa tidak masalah tindakan yang dilakukan, yang penting motivasinya baik. Orang tidak bisa menghalalkan segala cara demi kebaikan diri dan orang lain.”

Jangan Sesat Pikir
Banyak orang sering sesat pikir. Mereka sering berpikir bahwa pencapaian itu dilalui dengan berleha-leha alias santai-santai. Padahal orang kaya itu sering berjuang dari nol bahkan dari minus untuk meraih kesejahteraan hidupnya. Sementara banyak orang miskin yang malas. Mereka begitu cepat puas dengan diri dan apa yang telah mereka capai.
Kisah di atas memberi kita inpsirasi untuk tidak sesat dalam berpikir. Gadis itu menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh Robin Hood itu tidak dapat dibenarkan, meski perbuatannya tampak sangat baik dan mulia. Orang tidak bisa menghalalkan segala cara untuk meraih tujuan hidup.
Kita hidup bersama orang lain yang dapat membawa kita kepada sesat pikir. Orang dapat mengajak kita untuk melakukan sesuatu dengan motivasi yang baik. Namun motivasi yang tampaknya baik itu belum tentu benar. Karena itu, yang dibutuhkan adalah suatu penegasan roh terhadap setiap hal yang kita lakukan.
Dengan mengadakan penegasan roh, kita akan mampu melakukan hal-hal yang baik dengan benar. Tentu saja hal ini tidak mudah, karena kita dituntut untuk mampu memilah-milah yang baik dan benar itu. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
