Kesabaran merupakan salah satu keutamaan dalam hidup bersama. Orang yang tidak sabar akan cepat masuk jurang.
Beberapa tahun lalu, ketika pulang dari Jambi, kami harus menempuh perjalanan dengan mobil selama dua belas jam. Berangkat pukul lima pagi, tiba di Palembang pukul lima sore. Apa yang terjadi sesungguhnya? Pertama, ada banyak lobang yang dalam-dalam di beberapa tempat. Akibatnya, kendaraan-kendaraan besar mesti berhenti untuk mengambil ancang-ancang yang tepat.
Kedua, terjadi beberapa kecelakaan. Ada kendaraan yang mesti dikeluarkan dari kubangan lumpur, karena terbalik. Ada tabrakan antara dua mobil truk. Ada antrian yang begitu panjang. Perjalanan yang seharusnya ditempuh dalam waktu enam jam menjadi 12 jam. Perjalanan menjadi lama dan membosankan. Tidak ada suasana gembira. Yang ada hanyalah omelan demi omelan.

Berbuah Positif
Dalam suasana seperti itu yang dibutuhkan adalah kesabaran. Orang tidak mudah ngomel atau marah-marah. Mengapa? Karena yang rugi adalah dirinya sendiri. Semua orang yang berada di sepanjang jalan itu mesti antri. Tidak ada yang bisa melewati kendaraan di depannya.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk belajar sabar dalam kehidupan ini. Tujuannya agar orang dapat menikmati setiap hal yang dilaluinya. Saya sendiri yang nyopir merasakan capek dan bosan. Namun yang saya lakukan adalah berusaha menikmati perjalanan yang melelahkan itu.
Banyak orang tidak sabar dalam hidup ini. Mereka ingin meraih tujuan hidup dengan cepat dan mudah. Akibatnya, ketika terjadi hambatan dalam hidup, mereka mudah stress. Mereka tidak siap untuk menghadapi persoalan-persoalan hidup mereka. Mereka akan mudah lari dari persoalan-persoalan hidup mereka lalu menyalahkan orang lain yang dianggap sebagai penghambat kemajuan diri mereka.
Orang beriman belajar kesabaran dari Tuhan. Tuhan yang mahapengasih dan penyayang itu sabar, ketika ciptaanNya melakukan dosa dan kesalahan. Dia tidak segera menghukum, tetapi Dia selalu memberi kesempatan kepada ciptaanNya untuk memperbaiki diri. Mari kita serahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan yang mahasabar. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
