Misteri Sakramen Mahakudus (14)

Di Sinilah Tempat Tinggal-Ku!

(Sumber: Buku Visitasi kepada Sakramen Mahakudus dan Bunda Maria Yang Terberkati karya St. Alphonsus Maria de Liguori)

Sakramen Mahakudus | Foto: https://id.pinterest.com/

“Singkapkan kehadiran-Mu Tuhan,

Biar keindahan-Mu membunuhku.

Oh, kasih yang menyembuhkan.

Kurindu tinggal dalam kehadiran-Mu!”

(St. Yohanes Salib)

Pengajaran

Gereja itu Firdaus kebenaran di dunia. Dari sana memancar aneka chanel atau kanal untuk menyalurkan rahmat Allah. Namun sumber rahmat sejati adalah Ekaristi yang adalah ungkapan kasih Hati Kudus Yesus. Ekaristi itu buah dari pengorbanan dan persembahan diri Yesus kepada Bapa-Nya.

Dalam Ekaristi, Hati yang penuh kasih itu tidak terlihat oleh mata karena tertutup oleh Hosti Kudus. Ekaristi yang kita rayakan setiap saat membarui dan mengaktualkan misteri kasih-Nya kepada umat manusia. Karena itu, Ekaristi adalah inti hidup Yesus secara mistik dalam Gereja Kristus yang kudus. Dengan Darah dan Tubuh-Nya, Tuhan Yesus terus-menerus menguduskan dan menerangi perjalanan Gereja yang adalah Tubuh Mistik-Nya sendiri.

Ungkapan Jiwa

Tuhan Yesus yang mengagumkan! Telah kudengar dari tabernakel di mana Engkau hadir di sana: “Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya; di sini Aku hendak diam sebab Aku menginginkannya!” (Mzm 132:14).

Karena Engkau telah memilih tinggal di antara kami dan itu karena cinta-Mu terhadap kami, maka seharusnya hati kami pun senantiasa tinggal dalam hati-Mu. Dan sudah selayaknya kalau kami menemukan tempat istirahat yang paling nyaman hanya dalam hati-Mu.

Terpujilah Engkau, ya Yesusku. Hai jiwaku nikmatilah tempat istirahatmu yang paling nyaman, yaitu tinggal bersama Yesusmu dalam Sakramen Mahakudus. Dan berbahagilah diriku ini ya Tuhan Yesus. Biarlah aku senantiasa menemukan sukacitaku hanya dalam kehadiran-Mu, dan senantiasa memikirkan-Mu sebagaimana Engkau senantiasa memikirkan diriku dan menunggu kedatanganku dalam Sakramen Mahakudus.

Ya Tuhanku dan Allahku, mengapa aku selama ini menyia-nyiakan waktu untuk tidak mencintai-Mu? Oh tahun-tahun yang mengerikan, terkutuklah engkau, dan terpujilah Tuhanku yang kekal atas kesabaran-Mu menunggu aku. Engkau senantiasa menungguku sementara saya bersikap tidak peduli terhadap-Mu dan kerap kali tidak menghormati-Mu. Mengapa semua itu Kaulakukan Tuhan?

Tuhan Yesus, kuasailah aku dengan belaskasih dan cinta-Mu agar aku bisa mempersembahkan seluruh hidupku hanya kepada-Mu saja. Dalam kasih-Mu, aku tidak akan melukai hati-Mu sebaliknya aku hendak mempertaruhkan seluruh kemampuanku hanya kepada-Mu. Aku sungguh mengharapkan bantuan-Mu agar seluruh diriku menjadi milik-Mu saja. Curahkanlah kasih-Mu ya Tuhan Yesus agar aku hanya mencintai-Mu saja. Layakkanlah aku untuk memiliki kasih-Mu yang tanpa batas itu. Tuhan Yesus, aku mencintai-Mu dengan segenap hati; ya aku ingin mencintai-Mu melebihi segala sesuatu.

Aku mencintai-Mu lebih daripada diriku sendiri, lebih daripada hidupku. Ampunilah aku yang telah melukai-Mu. Oh pengampun yang tak terbatas, ampunilah dosaku.  Dengan rahmat pengampunan-Mu aku mampu mencintai-Mu sampai matiku. Oh, Tuhan Yesus, tunjukkan kekuatan kasih-Mu kepada dunia seperti kepada anak yang hilang yang adalah diriku.

Jadikanlah aku orang yang mencintai-Mu dengan amat sangat. Berilah aku sepanjang hidupku kerinduan mencintai-Mu dengan segenap kemampuanku dan berilah kekuatan untuk terus menyempurnakanya. Tuhan Yesus, terima kasih atas kesabaran-Mu menunggu aku hingga saat ini.

Doa kepada Bunda Maria

St. Germanus mengingatkan kita betapa penting peran Bunda Maria dalam hidup ini. Dia mengatakan, “Tak ada orang bisa selamat, tetapi melaluimu? (Bunda Maria); tak seorang pun dibebaskan dari setan, tetapi melaluimu? Tak seorang pun mendapat rahmat Ilahi, tetapi melaluimu? Karena itu, ya Bunda Ilahi dan sumber harapanku, jika engkau tidak menolongku, aku pasti hilang musnah dan tak mungkin bisa bersamamu bahagia di surga.

Bunda Maria, semua orang kudus mengatakan bahwa engkau tak pernah mengecewakan siapa saja yang berharap padamu. Hanya orang yang sengaja mau binasa yang tidak mengandalkan engkau. Aku ini ciptaan yang malang, aku sungguh mengandalkan pertologanmu; dan hanya dalam engkau seluruh harapanku tersandar. Bantulah aku ya bunda!”

Leave a Reply

Your email address will not be published.