Yesus Sahabatku
(Sumber: Buku Visitasi kepada Sakramen Mahakudus dan Bunda Maria Yang Terberkati karya St. Alphonsus Maria de Liguori)
“Semakin jiwa dalam keheningan murni,
Semakin Allah memberi kebaikan,
Semakin Dia memberi, semakin jiwa merindukan!”

Pengajaran
Dalam Ekaristi ada unsur persembahan diri. Di Kalvari Yesus mempersembahkan cinta dan korban kepada Bapa-Nya dalam tubuh-Nya. Persembahan itu mengalir dari Hati-Nya yang Mahakudus yang taat kepada Bapa dan mengasihi umat manusia.
Dalam Ekaristi persembahan cinta dan korban itu dilanjutkan secara abadi melalui Gereja universal, material (roti dan anggur) dan imam yang merayakan Ekaristi. Di dalam Ekaristi, Yesus hadir sebagai Imam, altar dan korban sejati dalam kemuliaan-Nya. Rahmat yang mengalir dari Ekaristi karena cinta dan korban Yesus diterima oleh masing-masing orang sesuai dengan disposisi batin dan kerinduan hatinya.
Betapa beruntungnya umat yang memiliki kerinduan besar untuk menyambut-Nya. Dia seperti seorang sahabat yang rindu tinggal bersama-Nya. Tatkala masing-masing bisa menjadi pendengar yang baik, persahabatan mereka semakin menyenangkan.
Betapa manisnya orang yang sedang berkumpul dengan temannya; di sana tidak akan ada air mata kesedihan; tatkala berkumpul dengan teman, kita bisa melakukan apa saja yang baik dengan sepenuh hati, dan kerinduan kita adalah terus tinggal bersamanya.
Yesus adalah sahabat kita! Berbahagialah kita yang bisa merasakan sukacita bersama Yesus dalam Sakraman Mahakudus. Kepada-Nya kita bisa membuka hati dan meletakkan semua harapan pada-Nya, kita juga bisa meminta rahmat-Nya.
Di sana kita bisa berharap kepada Sang Raja Surga dengan keyakinan penuh, dan tanpa ragu. St. Yose merasakan sukacita tatkala di hadapan Sakramen Mahakudus “seperti orang yang sedang di penjara ditemui oleh Tuhan Yesus yang menghibur dan membebaskannya sebagaimana dikatakan dalam Kitab Suci: Ia turun sertanya ke dalam penjara, dan dalam belenggu pun tidak meninggalkannya” (Keb 10:14)
Penghiburan macam apa yang diharapkan oleh seseorang yang sedang berada dalam penjara dan sangat menderita? Tentu kehadiran yang menemani, menghibur, membantu, dan memberi harapan untuk bebas dari penderitaannya! Sungguh berbahagialah para sahabat Yesus, dalam Sakramen Mahakudus, Ia senantiasa menghibur kita dengan berkata: “Aku menyertaimu senantiasa sampai akhir jaman!” (Mat 28:20).
Jawaban Jiwa
Berbahagialah aku dan semua saja, sebab Ia berkata: “Aku dari surga masuk ke penjara kalian untuk menghibur, menolong dan membebaskan kalian. Datanglah kepada-Ku dan terus datang; berserulah kepada-Ku dan kalian tidak pernah kecewa karena akan Kubebaskan dari penderitaanmu; dan selanjutnya kalian akan bersama Aku berada dalam Kerajaan-Ku, di mana Aku akan membuat sukacitamu menjadi sempurna!
Oh Tuhanku, Engkau adalah kekasih jiwaku yang tak terbandingkan. Penghiburan-Mu kepadaku begitu luar biasa seperti samudera yang tak terukur dalam dan luasnya! Supaya Engkau senantiasa bersamaku, Engkau sudi turun ke altar kami.
Sungguh aku berharap bisa mengunjungi-Mu sesering mungkin; aku sungguh berniat untuk sesering mungkin menikmati kehadiran-Mu seperti para orang kudus-Mu di dalam surga. Betapa manisnya tinggal bersama-Mu!
Ya, dapatkah aku selalu tinggal dalam hadirat-Mu untuk menyembah-Mu dan sekaligus membuat diri-Mu semakin mencintaiku? Aku sungguh mohon bantuan-Mu agar jiwaku senantiasa bergairah memuji-Mu walau dunia sering menggodaku.
Nyalakanlah dalam batinku kerinduan untuk senantiasa tinggal lebih dekat dengan-Mu dalam Sakramen Mahakudus. Ya, Yesus kekasihku, bantulah aku untuk senantiasa mencintai-Mu! Buatlah aku senantiasa menyenangkan hati-Mu!
Aku akan mensugesti diriku agar aku senantiasa memiliki waktu untuk malakukan itu semua; tidak hanya “nanti” tetapi saat ini. Aku berjanji untuk melakukan itu semua. Ya saya berjanji untuk senantiasa mencintai-Mu. Oh, kebaikan yang mengagumkan; Engkaulah harta kekayaanku; Engkaulah segalanya bagiku! Aku akan mencintai-Mu dengan seluruh kekuatanku.
Tuhan Yesus tolonglah aku untuk senantiasa mencintai-Mu.
Visitasi kepada Bunda Maria
Yang terberkati Bernadine de Bustis berkata, “Oh para pendosa, apa pun situasimu, jangan putus asa! Kita memiliki sumber kekuatan, yaitu Perawan Maria. Kalian akan menemukan tangannya yang penuh belas kasih dan rahmat! Ketahuilah juga bahwa ratu yang penuh belas kasih ini memiliki kerinduan untuk membantumu lebih daripada apa yang kalian pikirkan!”
Oh, bundaku, aku akan senantiasa mohon Tuhan agar aku semakin mengenalmu. Betapa celakanya bila aku tidak mengenalmu atau aku melupakanmu, itu pasti akan membuatku kehilangan keselamatanku. Tetapi Bundaku, aku memujimu, aku mengasihimu dan betapa besar keyakinanku padamu; aku meletakkan seluruh jiwaku ke dalam tanganmu.
Oh Bunda Maria, berkatilah semua orang yang mengenalmu dan mereka yang meletakkan kepercayaannya kepadamu. Amin. ** Romo Yohanes Haryoto SCJ
