Uskup Paolo Bizzetti, Vikaris Apostolik Anatolia, menggambarkan kenyataan di lapangan setelah dua gempa dahsyat yang melanda Turki dan Suriah, dengan mengatakan bahwa orang-orang telah bersatu dalam iman di tengah tragedi tersebut.
Situasi di Turki dan Suriah setelah dua gempa dahsyat hari Senin semakin buruk.
Uskup Paolo Bizzatti, Vikaris Apostolik Anatolia di Turki, memberikan konfirmasi atas situasi di lapangan dalam perannya sebagai Presiden Caritas di wilayah tersebut.
Uskup Bizzetti juga membenarkan laporan tentang warga yang tidur di jalanan, dalam suhu di bawah nol, menjelaskan bahwa bahkan mereka yang berteduh tidak memiliki listrik maupun air.
Berbicara kepada Beatrice Guarrera dari Osservatore Romano, Uskup Bizzetti mengatakan daerah itu menghadapi keadaan darurat serius di sini yang “masih jauh dari selesai”.
Terlepas dari kesulitannya, tambahnya, “orang-orang bersatu dalam solidaritas”.

Termiskin Membayar Harga Tertinggi
Uskup Bizzetti merinci tentang beberapa dari ribuan orang yang terkena dampak bencana. “Tentu saja, yang termiskin adalah mereka yang membayar harga tertinggi,” katanya.
Daerah yang terkena dampak adalah rumah bagi banyak pengungsi: Suriah, Irak, Iran, dan Afghanistan. “Turki Selatan penuh dengan pengungsi dari berbagai negara yang melarikan diri dari situasi yang mengerikan,” katanya.
Bagi para pengungsi, kata Uskup Bizzetti, “ini adalah tragedi di dalam tragedi”, sedangkan bagi mereka yang bukan pengungsi, bencana ini menandai “titik balik besar dalam hidup mereka.”
Seperti biasa dalam keadaan seperti ini ada rasa bingung dan kehilangan, sementara harapan kecil orang sekarang tiba-tiba tampak hilang.
Namun, kata Uskup Bizzetti, solidaritas telah mengalir dengan Caritas Turki yang berusaha memberikan bantuan untuk menyelamatkan jiwa.
“Sulit untuk menerima bantuan yang diperlukan mengingat keadaan jalan,” katanya, seraya menambahkan bahwa Caritas perlu memastikan bantuan itu diatur dengan baik untuk menghindari pengalaman umum di mana “banyak yang datang pada dua hari pertama, setelah itu Anda berada dalam situasi kesulitan”.
“Prioritas kami adalah untuk mengumpulkan dana sedemikian rupa sehingga kami kemudian dapat secara metodis mengalokasikan bantuan,” katanya.
Kita Berada di Tangan Tuhan
Kami berterima kasih kepada Tuhan, tutup uskup, bahwa “warga adalah orang beriman, dan ada rasa yang kuat berada di tangan Tuhan”.
Bahkan pada hari Senin, setelah gempa bumi, komunitas lokal “merayakan Ekaristi; umat berdoa, dan iman mereka sangat membantu.” **
Francesca Merlo (Vatican News)
