Yesus Sumber Pembersih Dosa
(Sumber: Buku Visitasi kepada Sakramen Mahakudus dan Bunda Maria Yang Terberkati karya St. Alphonsus Maria de Liguori)
Tatkala hati bebas dari sikap merendahkan dan menghakimi,
Diri tidak terbelenggu oleh hal-hal luaran.
Sebaliknya mampu mencintai apa adanya,
Dengan mudah menemukan kebaikan sejati,
Hati lepas dari cinta diri dan terbuka untuk kehadiran-Nya!

Sharing dari St. Magareta Maria
Orang suci ini menyebut Yesus sebagai Sahabat Ilahi. Ia berkata, “Yesus adalah sahabat sejatiku. Aku bisa mempunyai banyak sahabat di dunia, tetapi tak seorang pun bisa membuatku sungguh bahagia, sungguh lega dan puas. Hanya Yesus saja yang bisa memuaskan kerinduan hatiku karena Dia mampu membebaskan aku dari dosa berkat kuasa dari Allah Bapa. Kepada-Nya, aku bisa mengutarakan semua yang tersimpan dalam hatiku, baik itu rahasia pribadi maupun kebutuhan hidupku.
Aku bisa berkata kepada-Nya seperti St. Marta, “Lihatlah sahabat yang Kaukasihi sedang sakit. Kunjungi dan sembuhkalah aku! Aku tahu bahwa Engkau mencintaiku dan tidak pernah akan membiarkan aku tergeletak dalam penderitaan!”
Pengalaman St. Margareta Maria itu memiliki dasarnya pada nubuat Nabi Zakharia. Ia bernubuat demikian, “Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi keluarga Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa dan kecemaran!” (Zak 13:1).
Yesuslah sumber pembasuh dosa dan kecemaran itu. Bahkan terbuka untuk semua umat manusia; kita bisa datang di mana pun kita berada untuk membersihkan dosa-dosa kita. Tatkala seseorang jatuh ke dalam dosa atau kesalahan, apa yang paling baik?
Pastilah segera menyembuhkan diri dalam Sakramen Mahakudus. Kita hadir di hadapan Sakramen Mahakudus dan terus berseru, “Lihatlah sahabat yang Kaukasihi sedang sakit. Jamah dan sembuhkanlah aku!”
Tanggapan Jiwa
Benar, oh Yesusku, aku selalu melakukan seperti itu; karena aku tahu bahwa Engkaulah Air Hidup yang membersihkan, menyegarkan dan menyembuhkan! Engkau tidak hanya membersihkan aku tetapi juga memberiku terang dan kekuatan agar aku tidak jatuh lagi. Engkau juga membuat aku hidup dalam sukacita! Aku juga memiliki hidup baru serta semangat yang berkobar untuk semakin mencintai-Mu.
Tuhan Yesus, untuk mengakhiri dosa-dosaku, Engkau senantiasa menungguku agar aku mengujungi-Mu; di sana Engkau juga menjanjikan rahmat bagiku. Oh Yesusku, jangan tunda-tunda! Bersihkanlah aku dari dosaku yang kuperbuat hari ini. Ampunilah mereka yang memprihatikan karena sikapnya yang tidak hormat kepada-Mu; kobarkanlah kerinduanku untuk semakin mencintai-Mu.
Yesus kekasih hatiku, mampukanlah aku senantiasa dekat dengan-Mu seperti hamba-Mu Maria Diaz yang hidup di jaman Teresia dan diijinkan oleh uskup kota Avila untuk senantiasa di dalam gereja dan bersujud di depan Sakramen Mahakudus!
Dia hanya meninggalkan tempat itu bila mengaku dosa dan menerima komuni suci. Ketika bruder Fransiskus dari Kanak-kanak Yesus melewati sebuah Gereja di mana ada Tabernakel dan Sakramen Mahakudus, tetapi ia tidak bisa masuk karena pintu di kunci, dia berkomentar, “Apa yang sering menghalangi atau merusak persahabatan? Ketika kita melewati rumah teman tidak mampir ke rumahnya atau tidak say hallo kepadanya!”
Bruder Fransiskus senantiasa tinggal di depan Sakramen Mahakudus sejauh tidak melanggar ketaatan. Dia menghayati Yesus sebagai teman sejatinya seperti St. Margareta Maria, maka ia sering mengunjungi-Nya agar persahabatan dengan Yesus tidak terputus.
Yesus, Engkaulah kebaikan yang tak terbatas! Aku melihat Engkau telah mematrikan Sakramen Mahakudus sebagai kehadiran-Mu dan Engkau bertakhta di Altar yang saya cintai! Engkau telah memberiku hati yang mampu mencintai-Mu terus-menerus. Tetapi mengapa aku tega tidak menghormati-Mu atau aku mencintai-Mu tetapi begitu sedikit?
Kasih-Mu itu juga telah melahirkan aku menjadi manusia baru; manusia yang mampu menghargai sesama dan memperkenankan aku ambil bagian dalam kasih-Mu yang lebih besar. Engkau Allah yang kekal dan aku cacing yang menyedihkan. Sungguh aku tak ada apa-apanya dan pasti mati tanpa diri-Mu atau bila Engkau meningalkan diriku.
Siapa yang rela mati untukku dan berkorban setiap hari di Altar? Hanya Engkau, ya Tuhanku! Engkau senantiasa membuka hati untuk mencintaiku! Aku rindu untuk semakin mencintai-Mu, bantulah aku ya Yesusku, bantu aku untuk mencintai-Mu, tolong aku untuk menantiasa menghormati-Mu! Aku tahu bahwa Engkau dengan sepenuh hati senantiasa mencariku.
Visitasi kepada Bunda Maria
Bunda yang sangat mengasihiku dan yang saya kasihi,
Engkaulah Ratuku yang manis, ramah dan sabar. Begitu besar keyakinan St. Bernadus mengilhamiku ketika aku menghadapmu, ya Bunda! Ia berkata bahwa engkau tidak akan menguji keutamaan orang yang datang kepadamu, tetapi engkau senantiasa membuka diri untuk menolong yang berdoa kepadamu.
St. Bernardus berkata, “Maria tidak berdiskusi tentang keutamaan tetapi ia menyediakan diri untuk mendengar dan menyambut semua orang!” Karena itu, jika aku berdoa kepadamu, dengarkanlah aku dengan sepenuh hatimu. Kemudian dengarkan apa yang aku minta: Aku ini pendosa yang tak berguna, sudah layak menjadi penghuni neraka yang paling tinggi. Aku ingin mengubah hidupku; aku ingin sungguh mencintai Tuhan Allahku yang telah aku sepelekan. Aku ingin mempersembahkan diriku kepada-Nya seperti seorang budak; kepadamu kuserahkan diriku, penderitaanku. Bunda, selamatkan aku! Aku ingin hidupku bukan lagi milikku tetapi milikmu. Ya Bundaku, apakah engkau mengerti aku? Tentu! Aku percaya bahwa engkau mengenal aku dan dengan murah hati mendengar doaku. Amin. **
