Misteri Sakramen Mahakudus (21)

Jiwa Itu Seperti Burung Nasar

(Sumber: Buku Visitasi kepada Sakramen Mahakudus dan Bunda Maria Yang Terberkati karya St. Alphonsus Maria de Liguori)

Kasih ibu menuntun anak beranjak dewasa.

Memberi susu dengan kasih, mengajari berjalan sampai mandiri.

Demikian rahmat Allah membimbing jiwa.

Suatu saat dibawa masuk dalam malam gelap,

Jangan takut!

Jiwa sedang dikuatkan

Dipersiapkan tuk menerima kasih Allah sejati.

Pengajaran

“Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar” (Luk 17:37). Para orang kudus pada umumnya mengerti makna sabda itu. Mayat adalah tubuh Tuhan Yesus, dan burung nasar adalah jiwa.

Burung nasar yang mengerumuni mayat adalah jiwa yang mengerumuni Tuhan Yesus. Mereka adalah orang-orang yang mengambil jarak (detachment) terhadap ciptaan, menyangkal barang-barang duniawi dan terbang tinggi ke surga.

Semangat “detachment” ini tidak sementara tetapi terus-menerus sampai menguasai kehendak dan afeksinya.  “Burung Nasar” juga menemukan taman firdaus di dunia ketika mereka menemukan Yesus dalam Sakramen Mahakudus.

Bagai burung nasar yang begitu asyik dengan mayat, demikian juga jiwa yang telah menemukan “Yesus sebagai makanan sejati” begitu khusyuk menyembah dan memuji-Nya tanpa mengenal lelah. 

Kata St. Jeremia, “Burung nasar bisa mencium bau mayat dari jarak jauh, demikian juga semestinya jiwa kita peka akan kehadiran Yesus Roti kehidupan makanan sejati! Jiwa juga seperti burung nasar yang rela terbang tinggi-jauh untuk menemui Dia dan bersujud di hadapan-Nya karena Ia adalah makanan favoritnya! Jiwa akan senantiasa datang mendekati-Nya, seperti burung nasar, yang terus mengerumuni mayat.”

Pater Balthasar Alvare SJ seperti burung nasar yang selalu mencium kehadiran “makanan favoritnya”, yaitu Sakramen Mahakudus. Dalam keadaan sesibuk apa pun matanya senantiasa tertuju ke tempat di mana ia tahu Tuhan kita Yesus hadir dalam Sakramen Mahakudus.

Ia sering mengunjungi Dia dan bahkan menghabiskan seluruh malam dalam hadirat-Nya. Ia sering mencucurkan airmata ketika ia melihat begitu banyak orang mencari keadilan, pembebasan dan penyembuhan dari penderitaan mereka; sementara penguasa tertinggi ada dan tinggal di antara kita dalam kerajaan cinta kasih.

Ia kaya dalam harta secara berlimpah dan kekal, tetapi mereka sering tidak menemui-Nya. Ia berujar, “kaum religius jauh lebih beruntung dibandingkan umat biasa. Mereka setiap saat di mana pun mereka tinggal bisa mengunjungi-Nya baik di malam ataupun di siang hari. Sedangkan umat biasa tidak memiliki kesempatan seperti itu!”

Jawaban Jiwa

Oh, Tuhan yang kucintai, Engkau tidak berdiri dengan jijik melihat aku sebagai penderita lepra atau sebagai pengkhianat cinta-Mu, tetapi Engkau mengundang aku untuk dekat dengan-Mu. Dengan sikap-Mu yang ramah dan lembut itu, aku tidak kecil hati bila menderita. Aku tidak takut datang kepada-Mu.

Kini aku datang dan mendekati-Mu. Ya Tuhanku ubahlah seluruh diriku. Jauhkanlah aku dari setiap cinta yang tidak untuk-Mu, setiap keinginan yang tidak berkenan pada-Mu, setiap pikiran yang tidak membawaku kepada-Mu.

Yesusku, cintaku, kekayaanku, Engkau adalah segalanya bagiku, aku bertekad  mempersembahkan diri hanya untuk-Mu saja. Akan kuberikan seluruh kesenanganku hanya untuk-Mu. Hanya engkau saja yang pantas menerima cintaku; hanya Engkau yang akan aku cintai dengn sepenuh hatiku.

Bebaskan aku dari segala sesuatu ya Tuhanku, dan ikatlah aku hanya dengan-Mu saja; dan ikatlah erat-erat sampai aku tidak bisa  memisahkan diri daripada-Mu, baik dalam hidup ini maupun hidup di kemudian hari. Yesusku yang manis, jangan pernah membiarkan aku terpisah daripada-Mu.

Visitasi kepada Bunda Maria

Denis dari Carthusian memanggil Bunda Maria, “Pembela orang lemah.” Oh, Bunda Allah, Engkau adalah alamat tepat bagi mereka yang bersalah dan yang berharap padamu. Beruntunglah aku sekarang berada di kakimu; kepadamu aku berharap, dan aku mengarahkan diri seperti St. Thomas Villanova: “Oh, pembela yang murah hati, penuhilah janjimu!”

Sekarang juga bertindaklah atas kewibawaanmu, ambillah masalahku: sungguh aku telah bersalah terhadap Allahku, telah mengkhinati-Nya setelah Dia mencurahkan kebaikan dan rahmat kepadaku secara berlimpah-limpah!

Aku tergoda oleh setan telah mengkhianati-Nya dan tidak membalas cinta-Nya! Bundaku, pasti engkau dapat menyelamatkan aku. Engkau cukup mengatakan itu kepada Allahmu dan aku pasti diampuni dan diselamatkan.

Oh, ibuku terkasih, selamatkanlah aku! Amin. **

Leave a Reply

Your email address will not be published.