Be Silent

“Sometimes it is just better to remain silent and smile” – Rio SCJ

Sttt..!! | Foto: www.macmillandictionaryblog.com

Jebakan yang paling halus namun mematikan saat ini adalah SIBUK. Sebagian dari kita senang bila dapat predikat orang sibuk. Sampai-sampai nggak bisa dibedakan antara aktivitas dan efektivitas. Bukan hanya sibuk kerja, bangga juga kalau sibuk komentar dan bicara. Semua itu bikin bising dan kepala pusing.

Dunia mengajari kita tuk berhenti sejenak.  Stop and go. Hidup nggak hanya melulu bergerak. Ada saatnya berhenti sejenak, diam sejenak. Traffic light mengajari kita kapan hidup itu harus berjalan, kapan harus hati-hati dan pelan-pelan, kapan harus berhenti. Be silent and remember everything in life has a purpose.

Pertama, keep silent, saat kita nggak tau mau bilang apa, bingung tentang apa yang akan kita katakan dan pikirkan keep silent. Dalam diam itulah kita akan menemukan kata dan bahasa yang tepat tuk berbicara.

Kedua, keeping quiet. Ketika orang lain marah-marah, melontarkan kata buruk terhadapmu, diamlah. Ingatlah saat mereka melakukan itu, ibarat membuang ludah ke atas. Kalau kita tak menanggapi, maka ludah itu akan mengenai muka mereka sendiri. Dan kalau kita yang marah-marah, ambil nafas dan waktu cukup untuk menenangkan diri.

Ketiga, listen quietly and to be silent. Saat orang lain mengungkapkan hidup, perjuangan, isi hatinya, dan emosinya, dengarkan dan be silent. Nggak perlu mengajari, dengarkan dan doakan.

Ada saatnya kita bicara, ada saatnya kita mendengarkan. Ada saatnya kita berhenti, hati-hati dan terus berjalan. Itulah hidup, jangan hanya sibuk, bising, tapi punyalah waktu tuk diri, orang lain dan Tuhan. Deo gratias. Edo/ Rio SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.